UniqMag
ad

Begini Sejarah Penamaan Air Terjun 'Damar Wulan' Jember

berita terkini
Salah satu turis lokal mencoba untuk mandi di air sendang 'Damar Wulan'
ad

JEMBER,(suarajatimpost.com)  – Air terjun Damar Wulan Desa Sumber Salak Kecamatan Ledokombo diambil dari sebuah cerita sejarah. 

Diceritakan oleh sesepuh kampung setempat, Bapak Sahari (45), yang didongengkan oleh nenek moyang yang disampaikan turun temurun, bahwa penamaan air terjun Damar Wulan erat kaitannya dengan cerita kerajaan kala itu.

“Tidak lepas dari sejarah, menurut mbah buyut saya, dahulu kala Raden Damar wulan saat mempersunting putri anjasmoro, dirinya sering menyepi di air terjun tersebut, ” tuturnya bersemangat, saat bercerita di warungnya, Selasa,13/12.

Dikatakannya bahwa, konon, ada seorang raja di jaman kerajaan blambangan yang kini menjadi Kabupaten Banyuwangi, ada tokoh sakti yang tak terkalahkan bernama Minak Jinggo, yang merupakan tokoh antagonis yang jatuh cinta kepada salah satu permaisuri cantik yang bernama Anjas Moro.

Disisi lain, Anjasmoro sudah menjalin hubungan dengan Raja Damar Wulan, yang merupakan putra Raja Blambangan kala itu,  di air terjun itulah Raden Damar Wulan mengikat janji.

“Raden Damar Wulan itu, memiliki “dikdoyo” memiliki kesaktian, kawasan ini juga termasuk wilayah kekuasaan Kerajaan Balambangan kala itu, makanya di belakang rerjun itu ada terjun lagi, kecil tapi lebar itu menurut cerita tempat mandinya Damar Wulan, ” tambahnya.

Menurut bapak tua ini, pada jaman itu, Raden Damar Wulan sering bermain di sendang pemandian yang kini menjadi tempat yang paling diminati oleh pengunjuang.

Lanjutnya, wilayah Kabupaten Jember juga merupakan daerah kekeuasaan kerajaan Blambangan kala itu, sehinggga banyak penamaan yang ada erat kaitannya dengan sejarah kerajaan Blambangan.

"Menurut cerita eyang buyut saya, jember ini dulunya masuk taklukan Kerajaaan Blambangan, di akhir cerita, Minak Jinggo dikalahkan oleh Raden Damar Wulan setelah mustika merah delima di ambil oleh Anjasmoro sehingga kesaktiannya menjadi hilang dan berhasil dibunuh, dan Anjasmoro akhirnya menjadi milik raja tampan itu," jelasnya sambil bersemangat.

Dari peristiwa itulah, sampai sekarang, air terjun tersebut dinamakan “Damar Wulan” sebagai cara untuk mengingat dan melestarikan sejarah. (*)

Reporter : Imam Khairon
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Air Terjun 'Damar Wulan' Tingkatkan Ekonomi masyarakat
Berita Selanjutnya Puting Beliung 'Ngamuk', Puluhan Rumah Warga Sumenep Hancur

Komentar Anda