UniqMag
ad

Inilah Daerah Rawan Konflik Saat Pilkada Jawa Timur

berita terkini
Kapolda Jatim usai memberi paparannya dalam rapat bersama 3 pilar di Surabaya
ad

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur telah memetakan wilayah rawan terjadi konflik selama gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 mendatang.

Wilayah yang masuk dalam kategori zona merah tersebut disebutkan Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin dalam rapat peningkatan ketertiban dan keamanan wilayah provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan Jawa Timur yang aman dan tenteram menjelang Pilkada serentak tahun 2018 di Grand City Surabaya, Senin (13/11).

"Di daerah yang telah kita evaluasi sejak tahun 2013, yaitu daerah tapal kuda, daerah Madura, Bondowoso, di Mojokerto juga ada kerawanan. Kerawanan-kerawanan itulah yang akan kita antisipasi, untuk kedepan diwaspadai lagi mudah-mudahan dengan kesadaran masyarakat yang baik menjadi ketidak rawanan di Jawa Timur," jelas Kapolda.

Ia berpesan agar masalah Pilkada yang terjadi di wilayah lain tidak dibawa ke Jawa Timur. "Jangan bawa keinginan Pilkada yang kemarin di Jakarta kesini (Jawa Timur)," lanjutnya.

Konflik menurut Jenderal bintang 2 di pundak ini bisa terjadi disetiap tahapan Pilkada.

"Gangguan pada saat proses tahapan mulai dari kampanye, pada pelaksanaannya bisa terjadi kerawanan. Sabotase, kartu ganda dan nyoblos berulang-ulang bisa saja terjadi," tutur Machfud.

Meski demikian, kepolisian mengaku hingga saat ini belum mencium indikasi timbulnya konflik. Namun pihaknya tetap melakukan kesiapan sebagai langkah antisipasi sambil berkoordinasi bersama pihak terkait.

"Nanti sama-sama, terus intens kita komunikasi untuk bersinergi, berkolaborasi untuk suksesnya Pilkada," lanjutnya.

Dalam hal pengamanan, Polda Jatim akan mengerahkan sekitar 2/3 kekuatan personel ditambah back up dari TNI atau sekitar 20 ribu personel kepolisian. Termasuk sejumlah peralatan pendukung yang ditafsir menelan anggaran hingga 181 milyar rupiah.

"Kekuatan Polda Jatim bukan pada personel dan peralatannya melainkan bersama seluruh masyarakat merupakan komponen yang paling kuat dalam menjaga ketertiban Jatim," tegasnya.

Reporter : Mokhamad Dofir
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Soekarwo : Pilkada Jatim Jangan Lepas dari Konteks Kesejahteraan Bersama
Berita Selanjutnya Lindungi Pertanian, DPRD Sumenep Siapkan Raperda PLP2B

Komentar Anda