UniqMag
ad

Gunawan Dicekal, Hotman Paris Terima Kasih Kepada Jokowi Hingga Kapolda Jawa Timur

berita terkini
Surat yang dikirimkan kuasa hukum Chin Chin kepada pejabat tinggi negara
ad

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Buntut dari keputusan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) mencekal manajer hotel empire palace Surabaya Gunawan Angka Widjaja. Kuasa hukum pelapor Trisulowati alias Chin Chin, Hotman Paris and partners menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian hingga Kapolda Jatim Machfud Arifin beserta jajarannya.

Ucapan disampaikan tim kuasa hukum Chin Chin dalam surat tertanggal, 8 November 2017 yang ditanda tangani oleh Nur Hidayat SH.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI dan Wakil Presiden RI atas perkembangan positif penegakkan hukum dimana Markus (Makelar Kasus) kalah dalam penegakan hukum, demikian isi paragraf pertama surat tersebut.

Tim kuasa hukum juga menyinggung keterlibatan Markus berskala nasional yang berusaha menghalang-halangi proses penyelidikan dan penyidikan terhadap Gunawan yang saat ini sudah menyandang status tersangka.

Pihaknya pun mengapresiasi langkah Polda Jatim yang dianggap tidak terpengaruh dengan bujukan Markus, dalam surat juga disampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak menyewa gedung di hotel empire palace karena berstatus quo.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jatim Barung Mangera dalam pesan singkat mengapresiasi sikap Hotman Paris and Partners meski keputusan pencekalan disebut bagian upaya menegakkan kebenaran yang dilakukan penegak hukum.

"Tks (terima kasih) apresiasi dari pengacara, walau itu memang tugas polisi tegakkan kebenaran," tulis Barung kepada suarajatimpost.com, Selasa (14/11).

Barung kembali menekankan bahwa keputusan melarang Tersangka keluar negeri adalah langkah untuk memperlancar proses hukum kasus yang tengah dalam sorotan masyarakat tersebut.

"Cekal Kan karena ybs (yang bersangkutan) tdk (tidak) ada di Surabaya alasan sakit kita khawatir ybs melarikan diri," tegasnya.

Soal tudingan adanya Markus, Dirinya membantah hal itu terjadi. Termasuk anggapan bahwa kasus hukum yang dihadapi direktur PT. Blauran Cahaya Mulia (BCN) dan PT. Dipta Wimala Bahagia (DWB) mendapat intervensi dari pejabat tinggi negara.

"Tidak ada (Markus), teknis penyidikan tidak dapat diintervensi sekalipun pimpinan Polri," pungkasnya.

Reporter : Mokhamad Dofir
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Polres Bojonegoro Periksa Enam Kades
Berita Selanjutnya Lindungi Pertanian, DPRD Sumenep Siapkan Raperda PLP2B

Komentar Anda