UniqMag
PASANG IKLAN

Tari 'Lajar Pandalungan' Digarap Sebagai Ikon Situbondo

berita terkini
Hosnatun (kanan) saat kongkow bersama seniman Jatim beberapa waktu yang lalu di Surabaya.
inf

SITUBONDO, (suarajatimpost.com) - Hosnatun (58), salah satu seniman tari kawakan Situbondo yang menginisiasi nama tari 'Lajar Pandalungan' dalam perumusan tari ikon daerah Kabupaten Situbondo menyatakan bahwa Pendalungan adalah karakteristik masyarakat tapal kuda.

Hal itu dia sampaikan di Sanggar 'Wahana Puspa Budaya' pada Sabtu (2/12) siang di Panji Pengkepeng, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo.

Menurut pria yang akrab dipanggil Pak Tutun ini, nama Tari 'Lajar Pandalungan' sudah relevan dengan kondisi Kabupaten Situbondo.

"Filosofi Lajar atau layar adalah menyimbolkan penggerak dari sebuah perjalanan perahu yang bersifat dinamis. Masyarakat Situbondo diharapkan selalu dinamis dan tidak berdiam diri untuk membangun daerahnya," ucap Pak Tutun.

Selain itu, layar juga dapat diartikan mata pencaharian masyarakat pesisir sebagai nelayan yang juga mayoritas leluhur mereka berasal dari Tanah Madura.

"Di Situbondo ini mereka hadir dan bercampur bersama masyarakat Jawa hingga terjadilah Pandelungan seperti saat ini," lanjutnya.

Kondisi itu, menurut Pak Tutun lantas diimplementasikan dalam sebuah gerak yaitu tari.

"Tari yang kita rumuskan bersama tim berkarakter tegas, sekali melangkah, pantang mundur," tambahnya.

Informasi yang dihimpun suarajatimpost.com, telah terbentuk tim perumus berjumlah 11 orang dalam naungan DKS (Dewan Kesenian Situbondo). 

"Sedikitnya telah 3 kali kami membahasTari 'Lajar Pandalungan". Semoga Situbondo semakin kuat dalam menunjukkan jati dirinya," pungkas Pak Tutun.

Reporter : Irwan Rakhday
Editor : Ismi Fausiah
inf
Berita Sebelumnya Wazilah Sang Perempuan Tuna Netra Hidup Sebatangkara
Berita Selanjutnya Pemuda Sumenep Ini Hendak Curi Scopy, Hasilnya Babak Belur

Komentar Anda