UniqMag
jamu

Tak Ada Biaya, Warga Jember ini Memilih Pasrah dengan Penyakitnya

berita terkini
Hani (37) warga Dusun Karang Tengah, Desa Sumberpakem, Kecamatan Sumberjambe Jember
ad

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Ditengah banyaknya program kesehatan gratis yang digemakan oleh Bupati Jember, ternyata tak membuat Hani (42) warga Dusun Karang Tengah, Desa Sumberpakem, Kecamatan Sumberjambe Jember, mau beranjak untuk menjemput kesembuhan.

Dirinya hanya bisa terbaring di tempat tidur, karena benjolan besar bersarang di pangkal lehernya. Derita itu, dia alami sudah bertahun-tahun, hingga kondisi saat ini hampir sebesar dua kepal tangan orang dewasa.

Anehnya, dia lebih memilih pasrah, menunggu keajaiban untuk bisa sembuh. Ya, hanya bermodalkan keyakinan dan do'a.

Diakui Hani, bahwa dirinya sudah beberapa kali periksa ke Puskesmas, dibantu oleh kepala desa setempat, dengan dirujuk ke Rumah Sakit Daerah dr.Soebandi.

Namun, perjuangan untuk melawan penyakitnya harus kandas. Dengan alasan klasik, karena faktor kondisi ekonomi, dan tidak ada biaya keluarga untuk mendapingi selama perawatan di rumah sakit.

"Biaya di rumah sakit memang gratis, tetapi biaya sehari-hari dan wira -wirinya yang menjaga mas. Dibuat makan setiap hari saja susah. Itu yang menjadi alasan keluarga," ujar salah seorang saudara, yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Kepala Desa Sumberpakem, Farida, saat dihubungi via seluler membenarkan, kalau Hani adalah warganya dan saat menderita penyakit tumor kelenjar.

"Kami sudah berupaya bagaimana warga saya bisa tertangani. Sudah 7 bulan ini menjalani penanganan pemeriksaan medis," jelasnya, Senin (04/12/2017) pagi.

Dirinya melanjutkan, jika hasil dari pemeriksaan RSD dr.Sobendi, si Hani harus dirujuk ke Surabaya untuk menjalani operasi.

"Pihak keluarga menolak, dengan alasan tidak ada yang sanggup mendampingi selama di rumah sakit," imbuhnya.

Selain itu, kepada desa perempuan ini mengakui kalau kondisi keluarga Hani, memang sangat  kekurangan dan hidup di bawah garis kemiskinan.

Di tempat terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember Alfian Andri Wijaya, sangat menyayangkan jika pasien tidak melanjutkan gara-gara tidak ada yang mau menjaga.

“Alokasi anggaran untuk kesehatan sangat besar, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak bisa membantu," ujarnya.

"Jika harus dirujuk ke rumah sakit di Surabaya keluarga menolak, saya maklumi, biaya hidup di sana berapa,” tambahnya.

Legislator muda ini berharap, pihak Dinas Kesehatan Jember untuk mengevaluasi kembali tenaga dokter ahli yang ada di RSD dr.Soebandi.

“Mengapa harus dirujuk ke Surabaya jika di Jember bisa diatasi. Kalau memang tenaga ahli yang kurang, ini akan menjadi bahan evaluasi bersama antara Komisi D dan Dinkes Jember tentunya,” tukasnya.

 Alfian berharap, pihak terkait bisa mencarikan solusi bagaimana si pasien bisa segera dapat penangan dan solusi kesembuhan. 

 

Reporter : Imam Khairon
Editor : Fani Wulandari
ad
Berita Sebelumnya Diduga Berjudi Remi, Sembilan Warga Talango Sumenep Diamankan Polisi
Berita Selanjutnya Siaga Natal dan Tahun Baru 2018, PT PLN Area Pamekasan Gelar Apel Pasukan

Komentar Anda