UniqMag
jamu

Diprotes, Patung Kontroversial di Surabaya Barat Sudah Ditutupi

berita terkini
Patung kontroversi di depan kampus Unesa milik Citraland yang sudah ditutupi oleh kain hitam
ad

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Patung kontroversi yang berada di depan kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Lidah Wetan karena dianggap sebagian pihak terdapat unsur porno, Kini telah tertutup kain hitam.

Seorang satpam proyek pembangunan kampus Unesa yang berdekatan dengan lokasi berdirinya patung mengatakan, patung yang sudah bertahun-tahun berdiri itu kemarin, Selasa (05/12) sudah ditutupi kain hitam.

"Awalnya ditutup kain putih, sekarang hitam. Tidak tahu siapa yang menutupnya," terang Edi kepada Suarajatimpost.com, Rabu (06/12).

Edi menuturkan jika patung milik citraland ditutup lantaran ada pihak yang merasa berkeberatan dengan adanya patung tersebut.

"Dipersoalkan warga, karena patung tersebut seperti tidak memakai baju. Istilahnya itu porno," ucapnya.

Mengenai bentuknya, edi menjelaskan bahwa patung yang sudah ada sejak 5 tahun yang lalu tersebut terdiri dari dua sejoli sedang berpelukan.

"Seperti pelukan mesra antara laki-laki dan perempuan," singkatnya.

Secara terpisah, pihak citraland tidak banyak komentar terkait persoalan yang terjadi.

Citraland justru mempersilahkan bila patung harus dirobohkan karena sempat menuai kontroversi di masyarakat.

"Silahkan saja kalau mau dirobohkan, diganti. Kita tidak ada kepentingan di situ." jelas Hilmi selaku humas Citraland saat ditemui dikantornya.

Ia mengatakan bahwa niat pengembang adalah memberi tanda di persimpangan jalan dengan patung yang menurutnya bukan sedang melakukan perbuatan tidak senonoh.

"Itu sedang senam, Balet. Tapi saya kurang tahu persis mengenai hal ini," katanya.

Ia pun mengajak semua pihak menghadapi dengan kepala dingin, dan lebih berkontribusi positif terhadap pembangunan serta keindahan kota Surabaya ketimbang mencari-cari masalah yang mengganggu ketertiban umum.

Sebelumnya patung tersebut telah diprotes oleh Forum Anak Muda Peduli Kota Pahlawan Surabaya pada Selasa (05/12) kemarin.

MUI Jawa Timur juga dikabarkan akan mengirimkan nota protes kepada Pemerintah Kota Surabaya serta pihak pengembang dalam waktu dekat.

Reporter : Mokhamad Dofir
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya GMNI Gelar Aksi Galang Dana dan Belasungkawa untuk Relawan Asal Blitar
Berita Selanjutnya Siaga Natal dan Tahun Baru 2018, PT PLN Area Pamekasan Gelar Apel Pasukan

Komentar Anda