UniqMag
jamu

Harga Buah Naga di Pasaran tinggi di Petani Banyuwangi Anjlok

berita terkini
Petani buah naga di Banyuwangi (yud)
ad

BANYUWANGI, (suarajatimpost.com) - Musim panen buah naga di Banyuwangi, Jawa Timur tahun ini tidak disambut sumringah para petani setempat, lantaran harga buah andalan petani Bumi Blambangan saat ini turun drastis dibanding musim panen kemarin.

Hal ini dipaparkan Heny (39) petani buah naga asal Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, jika harga buah naga kelas A dikalangan petani hanya Rp. 1500, kelas B, Rp. 1000, sedangkan kelas C, sama sekali tidak laku.

“Sekarang harganya murah,” terangnya.

Faktor anjloknya harga buah ini menurut Heny, selain dari faktor hujan di Kota Gandrung saat ini juga bersamaan dengan panen buah – buahan yang lain seperti buah jeruk dan manga. Dari faktor tersebut buah naga di pasaran  mendapat pesaing dari buah yang lain.

“Padahal musim kemarin buah naga kelas A Rp. 3500, kleas B Rp. 2500,” jelasnya.

Dari anjloknya harga tersebut, petani musim ini nyaris tidak mendapat keuntungan dari buah yang mereka panen. Karena hasil penan musim ini tidak sebanding dengan biaya perawatannya.

“Impas mas,” kata Heny, Rabu, (6/12).

Disinggung terkait harga di pasaran, dia mengaku masih belum mengetahui. Dia hanya tahu harga buah naga hanya dikalangan petani.

“Kalau di pasaran saya tidak tahu. Penebas belinya ke petani harganya segitu,” akunya.

Sementara itu, M. Aly, petani buah naga, warga Desa Ringinagung, Kecamatan Pesanggaran mengatakan harga buah naga dari petani dan di pasaran terdapat selisih.

Jika dari petani buah naga kelas A di kisaran Rp. 1500, di pasaran mencapai 7 ribu hingga 15 ribu perkilogram. Kelas B dari petani, di pasaran harganya bisa mencapai Rp. 3 ribu hingga Rp. 8 ribu perkilogram.

"Saya berharap harga bisa stabil dan selisihnya jangan terlalu jauh," harapnya.

M. Anggi Saputra, yang juga petani buah naga, tetangga M. Aly, menyebut murahnya harga buah naga dikalangan petani terkadang membuat petani malas memanen.

"Buah naga yang ukurannya kecil tidak dipanen, kadang dibagikan ke tetangga, karena harganya anjlok," pungkasnya.

Reporter : Yudi Irawan
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Sejumlah Korban Bencana Pacitan Perlu Perawatan Ekstra dari Tenaga Medis
Berita Selanjutnya Siaga Natal dan Tahun Baru 2018, PT PLN Area Pamekasan Gelar Apel Pasukan

Komentar Anda