UniqMag
RSUD

Demi Sesuap Nasi, Seorang Kakek di Magetan ini Dorong Rombong Cilok 10 Kilometer

berita terkini
Mbah Markum saat mendorong rombong ciloknya
ad

MAGETAN, (suarajatimpost.com) -  Markum, seorang kakek berusia sekitar 80 tahun asal Desa Mojorejo, Kecamatan Kawedanan, Magetan ini ini harus berjuang keras untuk sesuap nasi.

Kakek yang lahir sejak jaman penjajahan Jepang itu harus rela berjalan puluhan kilometer untuk menyambung hidup dengan cara berjualan pentol cilok.

Seperti yang dikatakan Mbah Markum, dirinya jalan berkilo-kilo meter setiap hari untuk menjual dagangannya demi menghidupi dirinya sendiri.

"Saya jalan sambil mendorong gerobak itu dari rumah ke daerah Takeran dan balik lagi keliling di daerah Kawedanan dan itu jaraknya sekitar 10 KM setiap harinya," ucap Mbah Markum kepada suarajatimpost.com, Selasa (26/12).

Mbah Markum juga menambahkan, sebenarnya dirinya memiliki tiga anak, namun ketiga anaknya jarang sekali pulang.

"Anak-anak saya itu tinggal di Surabaya dan Jombang mas," tambah Mbah Markum.

Mbah Markum mengaku sudah lelah berjualan, karena kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan.

"Jujur mas, sebenarnya saya ini sudah capek dan ditambah faktor umur, tapi kalau saya tidak mendorong gerobak untuk jualan saya dan istri saya tidak bisa makan," ucapnya dengan nada lesu.

"Yang penting bisa untuk menyambung hidup mas apalagi usia saya juga sudah tua," imbuhnya.

Reporter : Senja GV
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Kendati Bupati Jember Belum Sepakat, DPRD Tetap Perjuangkan Hak Honorer
Berita Selanjutnya Satgaspam Lanudal Ringkus Dua Kurir Sabu di Bandara Juanda Surabaya

Komentar Anda