UniqMag
PASANG IKLAN

Misteri Tewasnya Pasutri di Lumajang Kini Mulai Terungkap

berita terkini
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Roy Aquary Prawirosastro
inf

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) - Hasil penelusuran tim Kepolisian Resort Lumajang terkait tragedi tewasnya pasutri Kholifah dan Mujiono, warga RT 16 RW 10 Blok Celengmati Dusun Kebonan Desa Yosowilangun Kidul Kecamatan Yosowilangun Lumajang Jawa Timur kian menuai titik terang.

Keluarga korban yang lain dari pihak suami (Mujiono) atau istri (Kholifah), yang bersama ditemukan sudah tewas bersimba darah, menolak untuk dilakukan visum oleh polisi.

"Kelurga meminta agar pelaku dan korban yang meninggal untuk tidak dilakukan visum dan akan dimakamkan di TPU setempat sedangkan untuk Khoriyah yang masih keadaan hidup dievakuasi ke RSD dr. Hartoyo Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Roy A. Prawirosastro, Selasa (26/12).

Kronologis kejadian tersebut menurut pihak kepolisian menyebutkan jika saat itu sekitar pukul 04.30 wib, keluarga Mujiono masih tidur di rumahnya, tiba-tiba Mujiono mengambil parang langsung membacokkan kepada anaknya bernama Khoriyah dengan mengenai bagian perut (keadaan masih hidup) lalu korban berpura pura sudah mati.

Kemudian sekitar pukul 04.35 wib, Mujiono masuk ke kamar dan langsung membacok istrinya yang sedang tidur di dalam kamar dengan luka pada bagian leher, kepala, punggung bagian belakang dan sebelah kiri, serta tangan sebelah kiri hingga korban bernama Kholifah meninggal dunia di tempat.

Tak berhenti disitu, setelah terfikir oleh pelaku jika dirinya telah membunuh Istri dan anaknya, lalu pelaku (Mujiono), bunuh diri dengan cara menusuk parangnya pada bagian perut hingga ususnya keluar dan akhirnya meninggal dunia di tempat.

"Korban selamat atas nama Khoiriyah megatakan jika yang melakukan semua itu ayahnya (Mujiono)," imbuhnya.

Dari hasil olah TKP dan himpunan keterangan sejumlah saksi dan keluarga lain, jika kejadian pembunuhan tersebut dilajukan oleh pelaku (Mujiono) yang diduga stres karena mengalami sakit komplikasi sejak lama dan tidak kunjung sembuh bahkan pelaku sudah sejak dulu ingin mati bersama dengan anggota keluarganya.

''Saat ini tinggal pemulihan kesehatan korban selamat dan koordinasi dengan unit PPA dan Dinas Kesehatan,'' pungkas Kasat.

Reporter : Hermanto
Editor : Ismi Fausiah
inf
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Satgas TMMD Bantu Masyarakat Menyapu

Komentar Anda