UniqMag
Genteng

Antara Harapan dan Kebutuhan Sang Seniman Asal Jember

berita terkini
Sunarto atau Bapak Wa’kiah sang seniman kentrung asal Desa Plalangan Kalisat
ad

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Terlihat seorang bapak memakai baju kuning, dengan ikat kepala sejenis ulos melingkar di kepalanya ditata layaknya pendekar madura.

Langkahnya sempoyongan. Garis kerutan di wajah mulai terlihat menggambarkan kalau dirinya sudah mulai berusia senja.

Sunarto atau Bapak Wa’kiah warga sekitar memanggilnya.Tinggal di Dusun Krajan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat Jember (Selatan Perikanan).

Penglihatannya juga mulai tak sempurna,  terbukti dengan kecamatan yang selalu dipakai disaat dirinya melakukan aktivitas.

Hanya bermodalkan sebuah alat musik sejenis hadrah, dipadu dengan syair madura yang tersusun rapi, dirinya dengan mantab mendatangi rumah dan pertokoan demi rumah di sepanjang Pasar Kalisat.

Dia dikenal sebagai sesosok seniman yang memiliki kemampuan menggunakan alat musik ‘kentrung’ jalanan yang murah senyum. Dengan lantunan syair berbahasa madura, dia berusaha menghibur.

Rasa gengsi seakan sudah tidak dirasakan lagi. Tak banyak yang dia dapat, kadang hanya cukup untuk makan sehari saja.

“Tidak tentu, kadang cukup buat makan keluarga.  Kadang hanya cukup buat naik becak pulang. Ini pekerjaan warisan orang tua. Mau kerja apa lagi bapak, ini yang bisa bapak lakukan,” ucapnya dengan nada memelas, Kamis (04/01/2018) siang.

Bapak dua orang anak ini mengaku, tak bisa jauh dirinya melakukan pekerjaan mengamennya. Karena kondisi kesehatan yang tidak lagi memungkinkan.

Di bawah terik panasnya matahari, terlihat nafasnya terengah-engah seperti tersesak, seakan menahan rasa sakit yang amat sangat. Namun, dirinya terus mengayunkan langkah.

“Hanya sekitar Pasar Kalisat, dari pada bapak mengemis malu. Lebih baik bapak menjual suara dengan kemahiran bapak, demi sebuah kewajiban dan mencari makan, ” imbuhnya.

Dirinya berharap, di masa tuanya bisa diberi kesempatan untuk bisa tampil  kelebihan yang dimilikinya kalau ada pagelaran dan pertunjukan kesenian Pemkab Jember.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Isnaini Dwi Susanti, saat dikonfirmasi lewat selulernya membenarkan kalau kondisi bapak tersebut memprihatinkan.

“Pak sunarto seorang pengamen, sudah mendapat sembako lansia dan pernah dibantu oleh pihak kades. Pak sunarto tidak bisa berhenti jadi pengamen dan itu sudah men jadi kebiasaan, dulu pernah pingsan di Arjasa dibawa ke PKM Arjasa, sehingga dijemput oleh pihak desa dan TKSK,” paparnya lewat pesan singkat. 

Reporter : Imam Khairon
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Partai Golkar Jember, Minta RAPBD 2018 Tanpa Melalui KUA-PPAS?
Berita Selanjutnya Satgaspam Lanudal Ringkus Dua Kurir Sabu di Bandara Juanda Surabaya

Komentar Anda