UniqMag
HPN DEMOKRAT

Pemkab Bondowoao Tuntaskan Sasaran Pembangunan melalui Resolusi 'Tuntass' 2018

berita terkini
Bupati Amin Said Husni, saat menyampaikan sasaran pembangunan tahun 2018, dalam kunkernya di GOR Pelita Bondowoso
iklan3

BONDOWOSO, (suarajatimpost.com) - Resolusi "Tuntass" tahun 2018 yang menjadi tajuk dalam Kunjungan Kerja Bupati Amin Said Husni, diharapkan mampu menuntaskan beberapa sasaran pembangunan yang belum dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

"Tuntass" yang dimaksud adalah Terbaik dalam pelayanan publik, Unggulan daerah go global : kopi, Botanik, destinasi wisata, Naiknya peringkat IPM dan lepas dari status daerah tertinggal, Teknologi informasi harus mulai diterapkan : e government, Akuntabilitas mantap hasil audit WTP dan nilai SAKIP BB menuju A, Sarana dan prasarana (infrastruktur) yang mantap, Sukses Pilkada dan Pilgub.

Beberapa sasaran yang dibahas Bupati, diantaranya adalah menjadikan Bondowoso terbaik dalam pelayanan publik, dan mengembangkan produk unggulan daerah untuk go global seperti kopi, Botanik dan destinasi wisata.

"Pelayanan publik di semua tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bondowoso harus dipacu. Sedangkan untuk produk unggulan harus terus dikembangkan agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Bupati Amin Said Husni, dalam paparannya di Gelora Pelita, Senin (22/1).

Menurut Bupati, produk unggulan Bondowoso harus dikelola dengan matang, agar mampu menembus pasar global. 

"Produk Bondowoso harus memiliki daya saing tinggi, jika ingin menembus pasar global. Ini harus dipacu agar kopi dan produk pertanian organik bisa sejajar dengan produk unggulan dari daerah lain," tuturnya.

Optimisme Bupati untuk terlepas dari Kabupaten tertinggal, sangat kuat. Hal ini didukung oleh meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menempatkan posisi Bondowoso pada peringkat 31 se Jawa Timur, dengan capaian 63,34 persen.

"Saya yakin di akhir masa jabatan ini, Bondowoso bisa lepas landas dari status kabupaten tertinggal," yakinnya.

Selain itu, penerapan teknologi informasi harus mulai diterapkan melalui egov. Hal ini diharapkan bisa sejalan dengan capaian akuntabilitas yang saat ini berada pada peringkat BB.

"Saya menginginkan hasil audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bisa maksimal, sehingga nilai Sakip BB bisa ditingkatkan menjadi A," harapnya.

Menuntaskan sasaran pembangunan lainnya, Bupati dua periode ini juga menginginkan semua Kepala Desa dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bersinergi dalam mensukseskan program pemerintah dan pembangunan infrastruktur.

"Sarana dan prasarana infrastruktur tetap menjadi fokus pembangunan. Sebagai urat nadi pembangunan, sektor ini juga diharapkan bisa didukung oleh seluruh Kepala Desa dengan mengalokasikan Dana Desa untuk meningkatkan sarana dan prasarana bagi masyarakat," tukasnya.

Resolusi "Tuntass" yang terakhir, lanjut Bupati, adalah mensukseskan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Juni mendatang. 

"Ayo sukseskan dan gunakan hak suara kita, untuk memilih pemimpin yang mampu memacu Bondowoso lebih baik lagi," pesannya.

Amin Said Husni juga menegaskan, "Resolusi "Tuntass" yang menjadi target dan capaian pembangunan di Kabupaten Bondowoso adalah sasaran yang harus dicapai atau kondisi yang harus diwujudkan dengan berbekal keyakinan dan tekad kuat, melalui perencanaan dan persiapan yang matang," pungkasnya.

Sekadar diketahui, dalam kunker ini, Bupati juga memaparkan program Getar Desa, Gerakan Sanitasi Total (Gesit) dan Stop Berduka. Tampak hadir seluruh kepala OPD, beserta seluruh Kepala Desa di wilayah kerja Camat Pakem, Wringin, Curahdami, Tegalampel dan Binakal.

Reporter : Rizki Ardian
Editor : Fani Wulandari
iklan3
Berita Sebelumnya Wazilah Sang Perempuan Tuna Netra Hidup Sebatangkara
Berita Selanjutnya PPNH Peleyan Situbondo Sabet 4 Juara Lomba Antar Pesantren

Komentar Anda