UniqMag
ad

Safari Pendidikan, Bupati Bondowoso : Guru Adalah Pewaris Misi Para Nabi

berita terkini
Bupati Bondowoso, Amin Said Husni saat memberikan sambutan dalam Safari Pendidikan pertamanya di SMPN 1 Prajekan
ad

BONDOWOSO, (suarajatimpost.com) - Safari pendidikan yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dijadikan ajang silaturahmi Bupati Amin Said Husni dengan semua insan pendidikan.

Selain itu, safari pendidikan ini menjadi wadah bagi semua guru dan tenaga pendidikan di wilayah Kecamatan Cermee, Prajekan, Botolinggo, Klabang dan Tapen, untuk menyampaikan segala persoalan yang mereka alami dengan tujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan dimasa kini dan masa yang akan datang.

Bertajuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan, guru di mata Bupati Bondowoso adalah pewaris para nabi. Oleh karena itu, diharapkan guru nantinya bisa mendidik karakter, budi pekerti dan mendidik akhlak semua penerus bangsa.

“Guru adalah pewaris nabi. Berani masuk menjadi profesi guru, berarti harus kuat dan siap dalam mengemban misi untuk mendidik karakter. Oleh karena itu, melalui safari pendidikan ini, kita beri motivasi bagi semua guru untuk menanamkan tekad dalam meningkatkan dunia pendidikan,” kata Bupati Amin Said Husni dalam ssafar pendidikan di SMPN 1 Prajekan, Senin (12/2) kemarin.

Penataan dunia pendidikan sejak 10 tahun, selama periode kepemimpinan Amin Said Husni, dunia pendidikan di Kabupaten Bondowoso mengalami peningkatan yang signifikan.

“Ini semua berkat kerja keras guru. Meskipun saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang belum saya selesaikan di dunia pendidikan, tapi saya berharap, mudah-mudahan tatanan dan regulasi dunia pendidikan yang sudah tertata ini, bisa dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya,” ujarnya.

Ke depan, di akhir masa kepemimpinannya, bupati mengajak semua guru di Bondowoso untuk tetap berkomitmen dalam membangun karakter dan meningkatkan sektor pendidikan. Pasalnya, bidang pendidikan mendapat alokasi lebih dari 32,76 persen dari total APBD sebesar Rp1,89 triliun.

“Sektor pendidikan mendapat alokasi anggaran sebanyak Rp619,3 milyar oleh karena itu, saya berharap alokasi ini mampu menyokong peningkatan dunia pendidikan di Bondowoso,” paparnya.

Dalam safari pendidikan pertamanya, Bupati juga memaparkan ‘Resolusi Tuntass’ tahun 2018. Resolusi ini diharapkan mampu menyelesaikan semua tugas Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di akhir masa kepemimpinan Bupati Amin Said Husni.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso, Endang Hardiyanti sebelum memulai tanya jawab dengan semua insan guru mengatakan, semua insan pendidikan harus menjadi contoh yang baik bagi peserta didik, melalui regulasi yang sudah dikeluarkan oleh pemkab Bondowoso.

“Setidaknya kita menghindar dari indisipliner, berupaya agar rumah tangga tenaga pendidik bisa menjadi keluarga yang bahagia, menghindari perselingkuhan dan menghindari perceraian,” tegasnya.

Endang Hardiyanti juga memaparkan beberapa program dan kebijakan yang sudah dilaksanakan, selama kepemimpinan Bupati Amin Said Husni. Diantaranya, pendidikan 24 jam atau P24, gerakan kembali ke musholla, peningkatan kompetensi dan profesinalisme guru, dan meningkatan capaian kinerja pendidikan untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah.

“Kita harus bahu membahu, agar capaian kinerja pendidikan bisa sampai ke tingkat maksimal. Oleh karena itu, saya meminta agar semua pihak bisa bersinergi untuk memajukan dan meningkatkan dunia pendidikan di kabupaten Bondowoso,” pungkasnya.

Reporter : Rizki Ardian
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Kasatpol PP Bojonegoro Berharap ada Sinergi Penegakan Perda

Komentar Anda