UniqMag
PASANG IKLAN

Din Syamsudin Yakin Ada Aktor Intelektual Dalam Kasus Gereja di Sleman

berita terkini
KH. Din Syamsudin selaku utusan khusus Presiden untuk dialog antar umat beragama dan kebangsaan.
inf

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Kasus penyerangan terhadap umat dan romo gereja Santa Lidwina, Sleman Yogyakarta, Minggu (11/02) lalu oleh seorang bernama Sulistyo (23). Diyakini KH. Din Syamsudin telah direncanakan oleh aktor intelektual dan disiapkan secara sistematis untuk mengganggu kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

"Pelaku penyerangan gereja dilakukan oleh orang gila atau orang yang pura-pura gila, maka sangat kuat bagi saya untuk menyimpulkan bahwa sesuai fakta seperti ada skenario sistemik dan sistematis yang ingin mengadu domba antar umat beragama," ucap pria yang menjabat sebagai utusan khusus Presiden untuk dialog antar umat beragama dan peradaban itu kepada awak media di Surabaya, Selasa (13/02).

Kejadian penyerangan terhadap agama lain secara beruntun yang terjadi di beberapa wilayah, seperti di Jakarta Barat yakni pembacokan seorang ustadz dan perusakan sebuah masjid di Tuban mengindikasikan bahwa kasus tersebut tidak berdiri sendiri serta saling berkaitan.

"Oleh karena itu, saya menaruh harapan kepada Polri sesuai kapasitasnya, (agar) serius dan segera mengungkap apa dan siapa dibalik ini semua. Karena khawatir jika ini tidak segera diselesaikan akan menimbulkan prasangka-prasangka, kemudian reaksi dari suatu kelompok yang pada akhirnya kerukunan antar umat beragama bisa terciderai," lanjut Din Syamsudin.

Padahal, dirinya mengaku telah berusaha keras melakukan musyawarah besar bersama para pemuka agama untuk kerukunan bangsa. Serta melakukan berbagai kesepakatan-kesepakatan untuk menjaga kerukunan antar beragama.

"Luar biasa secara antar pemuka agama itu saling membuka diri, diskusi dari hati ke hati, kemudian masalah itu merupakan salah satu tamparan yang dilakukan pihak yang tidak menghendaki adanya kerukunan," terangnya.

Ia berharap, seluruh umat beragama yang ada di Indonesia bisa menahan diri, tidak terprovokasi serta terus melakukan upaya preventif dengan menjaga keamanan tempat ibadah masing-masing.

Reporter : Mokhamad Dofir
Editor : Ismi Fausiah
inf
Berita Sebelumnya Air Terjun Pengantin, Destinasi Wisata Air Terjun Unik Kabupaten Ngawi
Berita Selanjutnya Kecelakaan Bis Mini dan Motor, Dua Warga Sumenep Meninggal Dunia

Komentar Anda