UniqMag
Perum Bojonegoro

Polri Nilai Kasus Gereja Lidwina Murni Pidana Biasa

berita terkini
Brigjen Pol M Iqbal SIK MH selaku Karo Penmas Divisi Humas Polri
ad

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Berbeda dengan pendapat KH Din Syamsudin dalam memandang kasus penyerangan umat dan romo gereja Lidwina Sleman, bahwa disinyalir ada aktor intelektual dibelakangnya. Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menampik anggapan itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal SIK MH mengatakan bahwa kasus yang terjadi merupakan murni kriminal biasa.

"Sementara ini kita melihat beberapa kasus terutama yang terjadi di Sleman, itu murni pidana," tegas M Iqbal saat mendampingi Kapolri dalam kunjungannya di Mapolda Jawa Timur, Selasa (13/02).

Tetapi, pihaknya berjanji akan terus mendalami kasus itu. Termasuk yang terjadi di berbagai wilayah seperti pengeroyokan seorang ustadz di Jakarta Barat dan pembakaran Masjid di Tuban.

"Tim sudah bekerja, Bapak Kapolri mengirim tim khusus detasemen 88 dengan diback up teknis mabes Polri untuk dilakukan pendalaman, ada kaitan apa dan motif apa," lanjut mantan Kapolrestabes Surabaya ini.

Polri pun menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasanya, sedangkan jajaran kepolisian dikatakan Iqbal akan berusaha menjamin keamanan masyarakat.

"Jangan berspekulasi dengan hal-hal yang bisa meresahkan, jangan mempreming suatu masalah menjadi premi khusus," pesannya.

Banyak diberitakan bahwa telah terjadi penyerangan gereja Lidwina di Bedog, Sleman Yogyakarta pada hari Minggu (11/02) lalu saat jamaat tengah menggelar misa pagi.

Penyerang yang teridentifikasi bernama Sulistyono rupanya seorang mahasiswa. Atas aksinya itu, seorang pastor bernama Karl Edmund Prier dan jamaat gereja terluka dan akhirnya pelaku tewas ditembak polisi.

Reporter :
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Pengedar Pil berlogo Y Diringkus Satnarkoba Polres Pasuruan

Komentar Anda