UniqMag
Perum Bojonegoro

Lagi, Pengemudi Angkutan Online Akan Unjuk Rasa Tolak Permenhub 108 di Surabaya

berita terkini
Rilis aksi yang dibagikan
inf

SURABAYA, (suarajatimpost.com) – Untuk kesekian kalinya para pengemudi angkutan online yang tergabung dalam Forum 142 Menggugat berencana menggelar kembali aksi unjuk rasa pada hari Rabu (14/2) esok.

Aksi yang diakui akan diikuti sekitar 5 ribu pengemudi angkutan online baik roda empat dan dua seluruh Jawa Timur tersebut, masih tetap sama dengan yang dilakukan sebelumnya.

Yakni, menolak diberlakukannya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 108 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

Mereka juga berasal dari sejumlah paguyuban atau komunitas di Surabaya, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Malang, Jember dan beberapa kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

"Estimasi, ada 5 ribu driver online yang akan bergabung dalam unjuk rasa damai menolak Permenhub 108 Tahun 2017 yang kami pusatkan di dua titik di Surabaya," jelas Daniel selaku Humas dan publikasi media Forum 142 Menggugat data rilis yang dibagikan, Selasa (13/02).

Dua titik yang dimaksud adalah di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur di Jalan Indrapura. Serta didepan Kantor Gubernur Jawa Timur  Jalan Pahlawan Surabaya.

Ditambahkannya, sebelum menuju ke lokasi unjuk rasa, sekitar pukul 08.00 WIB, ada 4 titik kumpul yang disiapkan yakni untuk Surabaya Selatan, dipusatkan di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani. 

Sementara Surabaya Timur, di seputaran Kampus C Unair dan Surabaya Barat di kawasan Apartemen Puncak Permai. Lalu untuk Surabaya Utara di samping Rumah Sakit PHC Surabaya.

"Kami mohon maaf jika nantinya aksi ini menimbulkan kemacetan di beberapa titik lokasi di Surabaya," ucap Daniel yang juga aktivis dan relawan kemanusiaan ini.

Driver yang telah melakoni pekerjaannya selama 3 bulan ini mengungkapkan bahwa komunitasnya lagi-lagi meminta pencabutan atau penolakan diberlakukannya Permenhub Nomer 108 bukan tanpa alasan.

"Karena dari pembuatan ini sudah salah tujuan dan sasaran. Kami bukan dalam kategori transportasi publik seperti yang didalam Permen itu," kata Daniel.

Sekedar informasi Permenhub 108 yang ditolak para elemen pengemudi angkutan online itu merupakan hasil revisi dari aturan sebelumnya yang di tolak oleh Mahkamah Agung (MA).

Selain itu, ada 3 poin yang dinilai memberatkan para pengemudi angkutan online ini. Yakni keharusan memiliki SIM A Umum, uji KIR dan pemasangan stiker pada kendaraan.

"Untuk apa pemasangan stiker jikalau dampak dari itu adalah ketidaknyamanan pada saat kami berkendara?," tukasnya.

Yang menarik, dalam aksi unjuk rasa yang bertepatan dengan Hari Kasih Sayang atau biasa disebut Valenyines Day ini, driver online rencananya akan menyampaikan "Surat Cinta" yang ditujukan kepada Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Timur.

Reporter : Andy Yuwono
Editor : Ismi Fausiah
inf
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Angka Stunting Tinggi, Dinkes dan Desa Jampit Bondowoso Jemput Bola Melalui Pos Gizi

Komentar Anda