UniqMag
Perum Bojonegoro

Minta Maaf, Keluarga Siswa Penganiaya Guru di Sampang Datangi Rumah Ahmad Budi Cahyanto

berita terkini
Yahya, orang tua pelaku saat menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban
inf

SAMPANG, (suarajatimpost.com) – Kasus penganiayaan yang dilakukan siswa hingga menewaskan guru seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang beberapa waktu lalu membuat keluarga pelaku juga turut terguncang. Keluarga siswa pun mendatangi rumah korban untuk menyampaikan permintaan maaf langsung kepada keluarga Ahmad Budi Cahyanto atas perbuatan HL.

Pantauan suarajatimpost.com, permintaan maaf itu disampaikan langsung orang tua HL saat mengunjungi rumah Ahmad Budi Cahyanto di Dusun Pliyang, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang pada Sabtu (17/02/2018).

Dengan sangat sedih, Yahya orang tua pelaku menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban almarhum atas penganiayaan yang dilakukan anaknya kepada guru tersebut hingga akhirnya meninggal. 

"Sudah lama kami berniat berkunjung ke rumah Pak Budi, kami ingin minta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga atas tindakan anak saya," katanya.

Ia pun tidak menyangka kalau anaknya HL bisa melakukan perbuatan biadab tersebut. Pihaknya juga sangat terguncang setelah mendapat kabar salah satu guru di SMAN 1 Torjun meninggal karena dianiaya putranya. 

"Sekali lagi, kepada keluarga korban saya dan keluarga minta maaf. Ini kejadian yang tidak kami sangka," tandasnya.

Ditempat yang sama, Orang tua Ahmad Budi Cahyanto, Satuman mengatakan bahwa pada dasarnya dia menghargai itikad baik keluarga pelaku untuk meminta maaf. Dia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. 

"Terima kasih atas niat baiknya. Mudah-mudahan ini tidak jadi berkelanjutan, tidak ada lagi kriminal yang dilakukan. Mudah-mudahan HL diberi jalan yang benar," katanya.

Menurutnya, ia dan keluarga mengaku pasrah dan menerima permintaan maaf keluarga pelaku.

"Kami dan keluarga sudah memaafkan semuanya dan kami tetap menganggap keluarga jangan sampai putus tali silaturrahmi karena kejadian ini," tuturnya.

Satuman menambahkan, meskipun keluarganya sudah memaafkan, namun masalah hukum biarkan tetap berjalan sesuai peraturan yang berlaku.

"Kita serahkan kepada pihak hukum, dan kami tegaskan jangan merubah keadaan kalau memang merah katakan merah biar hukum berjalan dengan sebenarnya," pungkasnya.

Reporter : Juma'adi
Editor : Abdus Salam
inf
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Belum Dilantik, Bupati Jombang Terpilih, Sudah 'Diwarning'

Komentar Anda