UniqMag
PASANG IKLAN

Seorang Ayah di Tuban Lampiaskan Nafsu Liarnya ke Anak Kandungnya

berita terkini
Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR saat meminta keterangan tersangka
KPU B

TUBAN (suarajatimpost.com) – Entah apa yang ada dalam benak seorang duda berinisial CPS (37) warga Kelurahan Sidorejo Kecamatan/Kabupaten Tuban tega mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur hingga berkali – kali. Korban berinisil AIV (16) dicabuli ayah kandungnya mulai dari kelas 3 SMP hingga kelas 1 SMA.

Pria yang sudah bercerai dan tinggal bersama anak putrinya ini melakukan aksinya saat AIV sedang tidur sendirian di dalam kamar.  Modusnya menemani tidur kemudian merangkul sambil mencium kening dan pipinya serta melanjutkan hal yang tidak lazimnya.

Karena tidak tahan dengan kelakuan bejat ayahnya, akhirnya pada Jum’at 08 Desember 2017 setelah pulang sekolah korban lari ke tempat kakeknya yang berada di Desa Tegalrejo Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban.

Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR  dalam jumpa pers menjelaskan sang nenek melihat ada perubahan yang tak lazim kepada korban dari tampilan fisik dan badannya bahkan seperti orang yang sudah berkeluarga akhirnya di paksa untuk bercerita terkait apa yang dialaminya.

“Setelah mendapatkan cerita  tentang perbuatan tersangka yang juga ayah kandungnya korban,  kemudian kakek korban tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke kantor UPPA polres Tuban,” ungkapnya  

Lanjut Kapolres, pada Sabtu 03 Pebruari 2018 sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Pramuka Kelurahan Sidorejo, Tuban anggota menyanggong hingga akhirnya pukul 01.00 WIB tersangka berhasil ditangkap.

“Tersangka mengakui semua perbuatan pencabulan terhadap anak kandungnya hingga beberapa kali,” tambah Kapolres.

Dari kejadian ini tersangka dikenakan Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak pasal 82 Jo Pasal 78 Huruf E dan Undang – undang Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (PKDRT) pasal 45  dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun di tambah dengan 1/3 dari ancaman maksimal karena tersangka adalah orang tua/walinya korban. (JIBRIL)

 

Reporter : Amin Ramdhan
Editor : Ismi Fausiah
inf
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Jejalkan Semangat Usaha Lewat Jajanan Khas Jarak Dolly Surabaya

Komentar Anda