UniqMag
ad

Mimpi dan Perjuangan Abdul Halim Warga Miskin Jember

berita terkini
Abdul Halim (67) warga Dusun Rowo Timur, Desa gambiran, Kecamatan kalisat Kabupaten Jember saat menjajakan berondong jagung
ad

JEMBER,( suarajatimpost.com) - Terlihat seorang bapak tua, dengan kopyah coklat dengan kaos hitam bertuliskan angka 9 menantang terik matahari yang menyengat, saat arah jarum jam menunjuk ke angka 12 siang.

Tas pinggang yang mengikat berwarna hitam dan terlihat menggelembung seakan memperlihatkan mode masa kini entah apa isinya. Kombinasi celana dengan warna orange seperti menutupi bayang-bayang yang selalu mengikutinya.

Menggelantung bungkusan berondong jagung warna putih dan keripik singkong tidak tahu dibawa kemana. Kerutan wajah terlihat kusam  karena usia, menggambarkan beratnya perjuangan.

Lalu-lalang kendaraan bermotor terlihat cepat seiring irama waktu, hanya mengendarai sandal jepit tak membuatnya minder untuk terus mengayunkan langkah berjalan kaki puluhan kilometer demi sebuah mimpi.

Abdul Halim namanya, dia mengaku sebagai warga Dusun Rowo Timur, Desa Gambiran, Kecamatan kalisat. Rutinitas menjajakan camilan kampung berkeliling kurang lebih sejauh 20 kilometer.

Diusia 67 tahun yang sudah memasuki senja, dirinya berusaha untuk bisa berusaha sendiri tanpa meminta, demi untuk pengganjal perut. Maklum saja dia tinggal seorang diri karena ditinggal sang istri sejak usia muda.

Cukup lima ribu sampai sepuluh ribu saja hasilnya, hanya dimakan untuk seorang diri, sedikit yang akan tersisa karena hasil yang dia peroleh dari penjualan harus disetorkan ke juragan.

"Lima ratus rupiah perbungkus, kalau untung dapat lima ribu, kalau rejeki yidak berpihak, tiga ribu, tidak tentu, harus disyukuri nak," katanya dengan bahasa memelas saat ditemui disepanjang jalan Kecamatan Mayang, Sabtu,(13/08).

Dirinya hanya bermimpi, ingin membetulkan rumahnya yang sudah mulai reot, dengan hasil menabung seribu rupiah setiap harinya yang dia sisihkan dari bagi hasil.

Entah kapan bisa cukup untuk membetulkan rumah, saya hanya bisa berusaha nak, semuanya dari bambu, dan usianya sudah lama," katanya sembari menawarkan kepada pejalan kaki yang lewat.

Menurutnya, dia sangat ingin punya modal sendiri, untuk berjualan, atau usaha lain
karena dia sadar badannya sudah mulai rapuh, dan tidak selamanya kuat berjalan.

"Hanya sebatas keinginan, tapi siapa yang mau ngasih modal,  hanya bisa berdoa, dan berharap pada ALLAH, bapak tidak punya apa -apa lagi, hanya kejujuran dan kepercayaan, sehingga bisa berjualan seperti ini," tambah bapak tersebut.

Abdul Halim adalah salah satu contoh kecil dari ribuan potret kemiskinan bangsa, yang masih bertahan dan berusaha walaupun dengan keterbatasan dan kekurangan.

Semoga di HUT RI yang ke 71 bisa dijadikan refleksi diri bagaimana bangsa yang besar untuk bisa keluar dari belenggu kemiskinan, indonesia belum sepenuhnya merdeka, karena kemiskinan masih bertebaran dimana-mana.

Reporter : Imam Khairon
Editor : Fani Wulandari
ad
Berita Sebelumnya Begini Sejarah Penamaan Air Terjun 'Damar Wulan' Jember
Berita Selanjutnya Komunikasi Sosial Babinsa Koramil 0828/08 Sokobanah Agar Silaturahmi Terjaga

Komentar Anda