UniqMag
ad

Semburat Warna Dhuafa di Kencong Jember

berita terkini
:Ignatius Igas, Pelukis Asal Bali.
ad

JEMBER,(suarajatimpost.com) - Komunitas perupa Jember,(KPJ) yang di pelopori salah satu dari beberapa pelukis terbaik anak negeri bernama Soesmiadi mengelar karya melukis dengan tema bangunan sejarah peninggalan belanda yang kondisinya sudah 50 persen hancur dimakan usia.

Dengan mengambil tema semburat warna untuk duafa yang dilaksanakan sabtu,(23/8) pagi ini selain melukis bangunan peninggalan belanda yang dibangun pada tahun 1928 yang dulunya bernama PG Gunungsari Kencong yang sekarang menjadi PTP XI Nusantara para pelukis dari Jawa hingga Bali datang untuk memeriahkan melukis On the Spot bangunan tua tersebut.

Soesmiadi salah satu ketua pelaksana mengatakan bahwa dirinya dan rekan-rekannya mengambil tema tersebut karena memandang bahwa gedung peninggalan belanda harus bisa  dirawat kembali, agar tidak rusak.

"Pihak kami juga mengundang anak sekolah untuk ikut interkasi secara langsung dan kami ajarin melukis, hasil lukisan ini juga akan kami lelang untuk selanjutnya uang kami sumbangkan kepada pihak duafa yang layak menerima,” katanya saat ditemui disela-sela melukis.

Ignatius Igas salah satu pelukis ternama di bali yang melukis bangunan dengan aliran impresionis mengaku Iba dan trenyuh melihat bangunan yang seharusnya dirawat namun, sudah setengah hancur dan kondisinya sangat memperihatinkan.

“Setidaknya bangunan sejarah peninggalan yang ada di Kecamatan Kencong ini di manfaatkan dengan baik, dengan cara di buat musium ataupun untuk pengenalan lebih mendalam bagaimana bangunan ini terbentuk ataupun dibuat ajang Fotografi, agar kabupaten jember lebih terkenal dimata dunia,” katanya.

Pelukis yang sudah terkenal di wilayah eropa tersebut berharap agar pemerintah daerah lebih peka untuk bangunan peninggalan sejarah untuk dirawat, agar generasi bangsa tidak buta sejarah.

“Tidak hanya di kencong saja, di daerah lain juga harus dijaga dan dirawat,” harap Ignatius Igas salah satu pelukis ternama tersebut.(*)

 

Reporter : Ema Wasta
Editor : Fani Wulandari
ad
Berita Sebelumnya Begini Sejarah Penamaan Air Terjun 'Damar Wulan' Jember
Berita Selanjutnya Tiga Kali Mangkir, DPRD Jember Akan Tindak Tegas Pejabat Pemkab

Komentar Anda