UniqMag
PASANG IKLAN

Bapak Tua Penjual Sapu Asal Bondowoso, Rela Manahan Lapar Demi Keluarga

berita terkini
Misjan alias Sunarto, warga Desa Gadingsari RT 06 RW 02 Kabupaten Bondowoso Jawa Timur
KPU Jombang

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Seperti inilah aktivitas seorang bapak tua bernama Misjan alias Sunarto. Warga Desa Gadingsari RT 06 RW 02 Kabupaten Bondowoso Jawa Timur.

Dirinya harus duduk bersabar berhari – hari, di seputar Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat Jember, menunggu pembeli datang.

Belum lagi, kondisi kesehatannya yang sudah mulai tidak kuat melangkah masih harus bersusah payah, memikul puluhan sapu ijuk yang diikat dengan tali rafia menjajakan di sekitar perumahan Ajung.

Tampak terlihat gemetar saat berbicara, sesekali menawarkan kepada pejalan kaki yang lewat. Jangankan membeli, menawarpun tidak.

“Sapu- sapu, ayo yang beli sapu murah, silahkan tawar saja,” ucapnya dengan nada menyentuh, Jumat (16/03/2018). Namun, tak satupun ada yang menoleh.

Diakuinya, sudah berhari-hari di tempat itu. Tampaknya, rejeki kali ini masih kurang berpihak kepadanya.

Ya, demi sebuah tanggungjawab besar memberikan makan kepada keluarganya, dia rela menahan perihnya lapar yang mengiris di perutnya.

“Ini bapak bawa air ambil di sumur sana. Masih laku tiga buah nak. Bapak tidak banyak ambil untung, hanya Rp 1500 saja setiap sapu yang saya jual ini. Ini setoran,. Ini bapak seharian juga masih belum makan,” ungkapnya dengan nada memelas.

Bisa dibayangkan, berhari-hari dirinya meninggalkan rumah, di belakang sang istri menunggu untuk sekedar membeli beras. Sedangkan barang dagangannya masih belum laku.

Saat ditanya dimana dia tinggal kalau malam hari? Dirinya menjawab, dimana saja dimana saja saat dirinya merasa lelah.

“Kadang di emperan toko, kadang di stasiun, kadang di teman saya di sekitar stasiun sana. Tapi tidak enak lama-lama numpang, yang penting mata bisa terpejam cukup,” ungkapnya.

Kata pria kelahiran 1945 ini,  profesi ini terpaksa dia jalani, karena sudah tidak ada pekerjaan lain yang bisa dia kerjakan selama ada di rumah.

“Siapa yang akan menyuruh bapak, tenaganya sudah ngos-ngosan. Bersyukur sudah bisa jualan seperti ini. Dijalani saja lah, mungkin ini sudah nasib saya,” ucapnya.

Salah seorang warga Desa Kalisat Jember Tohari, membenarkan kalau bapak tersebut sering mangkal di pinggir jalan menawarkan jualannya.

“Kasihan kalau saya lihat bapak itu. Kadang tidak laku sama sekali walaupun seharian duduk, pernah saya beli 2 walaupun di rumah ada kasihan,” jelasnya.

Tohari berharap, masyarakat sekitar kalisat apabila butuh sapu ijuk, untuk bisa membeli kepada bapak Sunarto.

“Uang penghasilan seribu lima ratus sangat berharga baginya. Semoga kita bisa menyempatkan diri membantunya,” harapnya.

Kepala Desa Gadingsari Nursaidah melalui perangkatnya Hodriyanto, membenarkan kalau yang ditulis di berita itu adalah warganya.

Menurutnya, Isjan alias Sunarto kondisinya memang dari keluarga miskin. Dan sampai saat ini, memang berprofesi sebagai penjual sabu ijuk milik salah seorang tetangganya.

Ditambah, dengan kondisi putra satu-satunya memang mengalami keterbatasan fisik dan mental. Sehingga tidak heran, kalau bapak tersebut berprofesi seperti itu.

“Memang itu warga saya, kondisinya memang dari keluarga miskin. Keluarganya sampai hari ini masih ada, tapi kondisinya mengalami keterbatasan,” papar Hodri menerangkan.

Reporter : Imam Khairon
Editor : Arifin Angwa
inf
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Sosialisasi dan Publikasi KPU Bondowoso, Dinilai Kurang Merata

Komentar Anda