UniqMag
Perum Bojonegoro

Perempuan Miskin dan Sebatangkara Ponorogo Ini, Pilih Pasrah dengan Penyakitnya

berita terkini
Keri (43) p warga Dusun Siwalan, Kecamatan Mlakrak, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur penderita tumor
inf

PONOROGO, (suarajatimpost.com) - Beginilah kondisi Keri (43) perempuan tua warga Dusun Siwalan, Kecamatan Mlakrak, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur .

Tidak seperti manusia pada umumnya, wajahnya terlihat separuh ditutupi gumpalan kulit. Nyaris, satu mata tertutupi seua hingga tidak bisa melihat.

Ia tinggal di sebuah gubuk sangat sederhana yang terbuat dari bambu. Kondisinya juga sudah tidak karuan bentuknya.

Bisa dibayangkan, bila musim hujan dan angin turun, keselamatannya  bisa terancam  sewaktu-waktu karena kondisi pilar penyangga sudah mulai rapuh.

Katanya, dirinya mengidap penyakit tumor kulit sejak masih kecil. Hingga saat ini, kondisinya sangat memperihatinkan.

Tidak hanya itu, dirinya hidup sebatangkara tanpa anak ataupun orang tua. Ya, hanya sendirian. Maklum saja dirinya belum pernah menikah semasa hidupnya.

“Dulu, saya tidak seperti ini. Hanya benjolan kecil dan rasanya hanya ngilu saja. Bagimana lagi, kondisi saya sudah seperti ini,“  ujarnya memelas.

Dia mengakui, bahwa dirinya pernah dioperasi . Hasilnya, masih belum juga membaik hingga kondisinya seperti  sekarang ini.

Ya, sebagai orang yang jauh dari kata cukup, dirinya hanya mengandalkan pasrah dan berdo’a agar ada keajaiban datang.

“Saya sudah tidak punya siapa-siapa. Pasrah saja pada keadaan saya, mungin gusti ALLAH maringi ujian. Kalau ini kambuh, saya cukup baca sholawat di air, kemudian saya tiupkan diair dan diusap,” tuturnya.

Untuk mencukupi makan setiap harinya, dirinya hanya menunggu suruhan orang lain sebagai kuli serabutan dengan upah sekedarnya.

“Kadang kupas bawang merah, pipil jagung, bersihkan halaman, apa saja pokoknya yang penting saya bisa makan,” ucapnya, sambil sesekali mengusap air matanya.

Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jawa  Timur, mengaku prihatin dengan kondisi Keri yang sampai saat ini belum ada penanganan medis kembali.

“Kami akan mencoba memperjuangkan Keri dengan dinas terkait. Semoga masih ada jalan kesembuhan untuk dia,” harapnya.

Pejuang sosial yang akrab disapa cak Arif ini berharap, ke depan tidak ada lagi Keri-Keri lain di Jawa Timur karena pemerintah sudah menjamin fakir miskin.

Sampai berita ini ditulis, pihak Kepala Dinas Sosial Ponorogo belum berhasil dikonfirmasi.

Reporter :
Editor :
inf
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Kasdim 0720/Rembang Tinjau Langsung Lokasi TMMD

Komentar Anda