UniqMag
Perum Bojonegoro

Prof Tohir Luth: Kehadiran Agama Dalam Politik itu Penting

berita terkini
Profesor Thohir Luth, saat mengisi ceramah Tabligh Akbar dengan tema ‘Memilih Pemimpin yang Dikehendaki Allah’ di Masjid Al Ikhwan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Sabtu malam (15/4).
inf

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Adanya isu larangan membicarakan politik di masjid menjadi polemik. Banyak kalangan menilai hal itu terlalu berlebihan.

Seperti yang disampaikan oleh Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Profesor Thohir Luth, saat mengisi ceramah Tabligh Akbar dengan tema ‘Memilih Pemimpin yang Dikehendaki Allah’ di Masjid Al Ikhwan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Sabtu malam (15/4).

“Yang terpenting jangan sampai ada yang merugikan agama dalam berpolitik. Misalnya menipu, memanipulasi, ataupun juga mendzolimi orang. Itu jangan sampai terjadi. Sehingga kehadiran agama itu sangat penting,” ujar Thohir.

Menurutnya, jika agama digunakan untuk memenangkan satu kepentingan kelompok, maka harus dilihat konteksnya.

“Misalnya saya seorang muslim, kemudian saya memilih pemimpin yang beriman, apa salah? Wong Al Quran saya mengatakan begitu. Sebaliknya saya tidak menyalahkan umat-umat agama lain, yang mengatakan di kitabnya untuk memilih pemimpin dari asal (golongan) mereka. Tinggal bagaimana kita berkompetisi dan bersaing secara sehat dan fair,” ujarnya.

“Tetapi tidak boleh kemudian kita mencela atau menghina calon pemimpin yang tidak sesuai dengan kita. Itu tidak boleh. Itu agama melarang,” sambungnya.

Terkait politik tidak boleh disampaikan di masjid atau di tempat ibadah lain, menurutnya itu tidak benar. Kecuali ada suatu konteks tertentu tentang memaknai politik.

“Karena artinya politik itu sangat luas. Jika politik diartikan kekuasaan, itu penting kita bicarakan di masjid. Karena kekuasaan itu untuk kepentingan umat, untuk  kepentingan bangsa. Maka umat itu harus cerdas, pintar, dan mengetahui pemimpin yang pantas untuk kita pilih,” ujarnya.

Sehingga pemimpin diharapkan bisa mengurus rakyatnya dengan benar. Rakyat pun ingin agar memperoleh perlindungan serta kesejahteraan di bawah kepemimpinan.

"Yang dilarang itu adalah menggunakan ayat-ayat agama secara membabi buta menurut faham dan tafsirnya sendiri, untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu,” tegasnya.

Ia menambahkan, menjadi pemimpin maka harusnya menyadari, bahwa saat ditunjuk oleh rakyat, harus bekerja dengan baik. Karena pertanggung jawaban yang dilakukan tidak hanya kepada rakyat, tetapi juga kepada Tuhan.

“Bahwa saat pemimpin itu terpilih, jalani amanah rakyat. Jangan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan dirinya atau golongannya saja,” terangnya.

Sementara itu Pembina Masjid Al Ikhwan Samsul Arifin saat dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan, kegiatan Tabligh Akbar yang digelar bertujuan agar menambah ilmu.

“Terkait yang dibahas mengenai hal-hal yang berbau politik, itu tidak ada masalah. Karena tinjauan yang dibahas adalah dari sisi ajaran Islam, ada undang-undangnya," katanya. (ata)

Reporter : Imam Khairon
Editor : Zidan Wijaya
inf
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Perseba Bancar Ponorogo Siap Hadapi Piala Kemerdekaan

Komentar Anda