UniqMag
Perum Bojonegoro

Ini Cerita Korban Bom yang Selamat di Gereja Santa Clara Surabaya

berita terkini
Korban bom yang berprofesi sebagai tukang becak menunjukkan botol isi serpihan Aluminium yang sudah dikeluarkan dari bagian tubuhnya
inf

JOMBANG, (suarajatimpost.com) - Sodiq Warga Jombang yang menjadi korban bom bunuh diri di Gereja Santa Clara di jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya akhirnya buka suara.

Pria yang berpropesi sebagai tukang becak tiap hari Minggu yang mangkal di depan Santa Clara. Saat itu dirinya tak dapat penunpang sama sekalim

Sodiq menceritakan bahwa dirinya sangat tidak menyangka kalau akan menjadi korban bom.

"Habis subuh saya berangkat mengayuh becak dan mangkal di depan Gereja Santa Clara, saat itu tidak dapat penumpang, tiap orang lewat saya tawarkan becak Bu, tapi tidak ada yang naik, hingga saya duduk lagi di becak sambil menunggu bubaran gereja," terangnya, Rabu (16/5).

Selanjutnya dirinya kaget ketika ada bunyi suara yang keras meledak tidak tau kalau itu ada bom dan taunya ketika sudah dinaikan mobil untuk di bawah kerumah sakit.

"Saya kaget begitu ada suara meledak yang sangat keras, saya masih sadar tapi sedikit bingung, tau tau ada darah berlumuran dari jidad dari situ saya juga merasakan sakit cenut cenut di sekujur tubuh," papar Sodiq.

Masih cerita Sodiq, beliau masih linglung ketika dibawah kerumah sakit dan masih sempat ingat KTP di kotak Becak.

"Begitu saya mau turun dari becak tapi tidak bisa, terus diangkat sama pihak yang nolong untuk di masukkan ke mobil mau dibawah kerumah sakit, tapi saya sempat minta tolong untuk diambilkan KTP saya di kotak becak terus dibawah kerumah sakit bedah," imbuhnya.

Begitu di rumah sakit Bedah Surabaya,  langsung dapat penanganan serta dioperasi bagian tangan, kaki, karena ada serpihan bom ada yang besar ada yang kecil panjang sekitar 3 cm.

"Sampai di rumah sakit bedah, saya langsung di rawat, besoknya saya dioperasi bagian tangan dan kaki, kalau ini serpihan block mesin boleh dibawah pulang, dan yang serpihan besar dibawah kepolisian," kata Sodiq sambil menyalaminya tetangga yang menjenguk.

Ia berharap bisa cepat sembuh dan terimakasih pada pemerintah atau warga yang sudi mendoakan keselamatannya.

"Alhamdulillah saya bisa pulang dan tadi pak Bupati bersama Dokter Fery Pak Camat, Pak Lurah mau membantu saya untuk berobat gratis sampai sembuh," ungkapnya.

Reporter : Hariyanto
Editor : Ismi Fausiah
inf
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Belasan Muda-mudi Sumenep Terjaring Razia Satpol PP

Komentar Anda