UniqMag
Perum Bojonegoro

Kemenaker RI Bantu Rp 20 Juta Pemulangan Jenazah, Sisanya Dicover Pemkab Jember

berita terkini
Identitas Amintyas Wahyudi, buruh migran asal Jember
inf

JEMBER,(suarajatimpost.com) - Staf khusus Kemenaker RI, mengeluarkan sumbangan dari kantong pribadinya Rp 20 juta melalui (Federasi Tenaga Kerja Indonesia) FTKI Sarbumusi NU, untuk membantu biaya rumah sakit dan mengurus jenazah Amintyas Wahyuni (30) buruh migran asal Dusun Sumuran Desa Klompangan Ajung Jember.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekjen DPP FTKI Sarbumusi NU, H.Mohamad Rosul saat dihubungi suarajatimpost.com lewat sambungan telpon, Selasa (11/06/2018) malam.

"Pihak kementerian pusat langsung menghubungi kami, untuk dialokasikan langsung ke Hospital Kuala Lumpur tempat Amintyas dirawat hingga meninggal," bebernya.

Biaya itu, lanjut Rosul, dialokasikan untuk membayar biaya agen pengiriman jenazah,"Ini bukti transfer melalui rekening dan billing tagihan rumah sakit ada pada saya. Bahkan, sudah saya tunjukan ke Pemkab Jember," bebernya.

Adapun kekurangan nantinya, Rosul mengaku bahwa dirinya sudah dihubungi pihak Pemkab Jember melalui (Sekretaris Daerah) Sekda dan dinas terkait, menyatakan siap menanggung dan sepakat pihak FKTI mengusahakan melobi separuhnya, sisanya Pemkab Jember.

"Sementara kekurangan, Pemerintah Kabupaten Jember siap menyanggupi untuk membayar. Saat ini, mekanisme proses pentransferannya masih dalam pembahasan," lugasnya.

Hari ini, kata dia, pihaknya sudah mendapatkan informasi dari media, Bupati Jember akan terbang sendiri ke Negeri Malaysia.

"Ya, tinggal menambah saja kekurangan itu, karena sebagian besar sudah terbayarkan," tegasnya menerangkan.

"Kami sangat berterimakasih sekali Bupati Jember mau berkenan turun langsung. Karena di sana juga masih ada 2 lagi warga Jember yang terbaring di Rumah Sakit Kuala Lumpur sudah satu bulan terbaring, biar sekalian dibantu," sambungnya.

Aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) yang intens bagian penanganan buruh migran ini mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu.

"DPRD Jember yang langsung respon terkait persoalan ini, Sekda, Kepala Dinas, Media dan pegiat sosial yang peduli terhadap buruh migran," tuturnya.

Rosul berharap, apa yang menimpa Amintyas Wahyudi dijadikan pelajaran bagi masyarakat, agar tidak menimpa para buruh migran lain yang masih bekerja di sana.

"Mengingat buruh migran yang berasal dari Kabupaten Jember sangat banyak jumlahnya, baik yang legal maupun yang ilegal," tandasnya.

Sampai berita ini ditulis, pihak keluarga sangat berharap, mayat Amin segera bisa cepatnya dibawa pulang. Mengingat, sampai hari ini sudah hampir 16 hari masih terlantar.

"Kami hanya khawatir, sebentarlagi kan sudah mendekati hari raya, takutnya bersamaan dengan libur lebaran dan tidak ada yang menangani, sementara makamnya kami sudah mempersiapkan dari kemarin," ucap Diah Ayu Lestari, adik kandung Almarhum.

Reporter : Imam Khairon
Editor : Winzani
inf
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Polda Jatim Ungkap Kasus Penggandaan Uang dengan Empat Korban

Komentar Anda