UniqMag
PASANG IKLAN

Simpatisan PDIP Hadang Panwaslu Kota Blitar Saat Akan Menurunkan Baliho Bulan Bung Karno Bergambar Puti

berita terkini
Simpatisan PDIP saat menghadang petugas Panwaslu Kota Blitar yang akan menurunkan baliho bulan Bung Karno bergambar Puti.
KPU B

BLITAR, (suarajatimpost.com) - Puluhan simpatisan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Blitar, Selasa (12/6/2018) siang. Menolak penurunan baliho yang akan dilakukan oleh Panwaslu Kota Blitar.

Baliho yang terpasang di Jalan A. Yani Kota Blitar bergambar Bung Karno dan Puti Guntur Suekarno Putri itu bertuliskan, "Memperingati Bulan Bungkarno, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat, Bersatu Berbagi Berprestasi Kita Pancasila," ini diduga ada indikasi pelanggaran.

Aksi penolakan penurunan baliho gambar Bung Karno dan Puti Guntur Soekarno sempat memanas adu argumentasi antara pihak fraksi dan Panwaslu pun tak bisa dielakkan.

Wakil Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Dedik Hendarwanto mengatakan, pemasangan baliho oleh pihaknya tersebut lantaran untuk menghormati jasa-jasa pahlawan.

"Pemasangan baliho di bulan Bung Karno ini untuk menghormati jasa-jasa pahlawan kita, terutama kepada Bung Karno sebagai sang penyambung lidah rakyat," katanya, Selasa (12/6/2018).

Dijelaskannya alasan fraksinya memilih gambar Puti Guntur Soekarno selaku cucu Bung Karmo dibandingkan dengan keluarga Bung Karno lainya karena gambar Puti tidak bisa dilepaskan dengan Bung Karno.

"Puti Guntur masih adalah kerabat dekat Bung Karno, bahkan Puti tidak bisa dilepaskan dengan sosok Bung Karno," jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, pemilihan gambar Puti Guntur Soekarno tidak ada tendensi dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018.

"Tidak ada tendensi apapun. Karena di baliho tidak menyebutkan untuk memilih atau mencoblos salah satu pasangan," imbuhnya.

Dedik yang juga sebagai anggota komisi 1 DPRD Kota Blitar ini akan tetap mempertahankan baliho yang dipasang oleh fraksinya.

"Kita akan mempertahankan baliho ini sampai masa tenang. Alasan Fraksi PDIP untuk memasangan baliho ini salah satu upaya adalah untuk menghormati jasa Bung Karno di bulan Bung Karno," ungkapnya.

Sementra Ketua Panwaslu Kota Blitar, Muchlis Wibowo mengatakan alasan pihaknya melakukan penurunan baliho lantaran ada indikasi pelanggaran karena ada gambar salah satu calon.

"Dari pengamatan kami gambar tersebut ada indikasi melanggar untuk ditertibkan karena ada gambar salah satu calon yang kebetulan adalah cucu dari presiden pertama, dan hari ini bertepatan dengan hari bakti Bung Karno," katanya.

Lebih lanjut Muchlis mengatakan, perlu adanya komunikasi lebih lanjut antara pihaknya dengan pemasang baliho.

"Sebenarnya hubungan Paswas itu bukan dengan fraksi namun dengan tim sukses,. Tapi kenyataannya yang memasang baliho ini adalah dari fraksi PDIP. Makanya kami perlu komunikasi kembali," katanya.

Dijelaskannya sebelum pihaknya melakukan penurunan pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Blitar.

"Apapun kegiatan yang kami lakukan, kita selalu berkordinasi dengan KPU. KPU juga mengiyakan kalau ini adalah suatu pelanggaran," jelasnya.

Dari pantauan suarajatimpost.com di lapangan, penurunan baliho bulan Bung Karno bergambar Puti tidak jadi di lakukan oleh Panwaslu Kota Blitar. Karena petugas di hadang oleh puluhan simpatisan PDIP.

Reporter : Nanang Habibi
Editor : Ismi Fausiah
inf
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Jejalkan Semangat Usaha Lewat Jajanan Khas Jarak Dolly Surabaya

Komentar Anda