UniqMag
Diknas Jombang

Wanita Cantik di Surabaya ini Mengabdikan Diri Pada Anak Penderita Kanker

berita terkini
Rahma saat sedang merawat salah satu anak pengidap kanker di rumah singgah.
Berita 1

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Penderita kanker usia dini telah banyak terjadi di seluruh Indonesia. Beberapa relawan dengan ikhlas hati turun tangan membantu mereka menghadapi penyakit. 

Sama halnya dengan yang dilakukan oleh Latifahtur Rahma, ia menjadi pengajar di Rumah Singgah Rumah Kita, membuatnya terjun langsung dalam mengajar anak-anak penderita kanker.

Wanita kelahiran 25 Februari 1994 ini awalnya mengajar di rumah singgah, di mulai ketika ibunya sedang menjalani pengobatan di sebuah rumah sakit di Surabaya. 

Sebelumnya, ia tidak pernah mengetahui bahwa di dekat rumah sakit tempat ibunya menjalani pengobatan terdapat Rumah Singgah.

Pada saat di masa libur kuliah dulu pun, ia juga menerima tawaran temannya untuk mencoba mengajar anak-anak di Rumah Singgah. Syok, itulah kesan pertama saat ia datang untuk kali pertama mengajar. 

"Pertama aku syok liat anak-anaknya, pengen nangis. Akhirnya full satu minggu aku nggak kesini," ungkap perempuan yang akrab di sapa Ifa ini.

Setelah satu minggu tak lagi datang untuk mengajar, Ifa akhirnya memutuskan untuk kembali lagi ke rumah singgah. Tidak ada sedikitpun penyesalan ketika akhirnya ia memutuskan untuk kembali mengajar. 

Seperti pada saat ditemui di rumah singgah yang beralamatkan di Jalan Karang Menjangan No.  5 ini, ia tampak dengan sabar menyuapi salah satu anak disana.

Ia merasa takut tidak punya banyak waktu lagi untuk mengajar ataupun datang menjenguk anak didiknya, maka dari itu, perempuan kelahiran Surabaya ini selalu menyempatkan waktunya untuk datang ke rumah singgah. 

"Saya bener-bener takut ga ada waktu gitu lo  mas, kayak dikejar-kejar terus," jelasnya. 

Menurutnya, anak-anak ini sangat perasa jadi bisa mengetahui ini tulus atau tidak ketika dekat dengan mereka. Begitu juga sebaliknya, anak  anak penghuni rumah singgah ini pun sudah sangat akrab dengan Ifa. 

Perempuan berpenampilan sederhana ini biasa datang ke rumah singgah sekitar pukul 13.30 WIB, kegiatannya pun bermacam-macam selainmengajar di rumah singgah ia juga mengajar di rumah sakit yang jaraknya tak jauh dari rumah singgah tersebut.

Meskipun keadaan anak-anak ini lemah ketika di rumah sakit, namun rasa ingin terus belajarnya sangat besar. Tidak ada kesulitan yang berarti ketika ia harus mengajar anak-anak penderita kanker ini. 

Dalam setiap kegiatan mengajarnya, ia selalu memberikan motivasi. Hal ini bertujuan agar anak-anak tidak merasa minder dengan keadaannya.

"Kadang kalau di gambar gitu sering aku tulisin Im strong, Im beautiful biar mereka termotivasi," ujar wanita berkacamata ini.

Mahasiswa lulusan Universitas Negeri di Surabaya ini juga membagi pengalaman-pengalamannya selama mengajar. Ia memaparkan hal yang paling sedih yang pernah dirasakannya adalah ketika harus kehilangan saat ia sudah terlanjur sayang. 

Hal-hal seperti ini memang sering terjadi, belum lama ini, ia baru saja kehilangan salah satu muridnya bernama Amel. 

Rasa sayang yang teramat besar terhadap Amel, melunturkan rasa takutnya terhadap kamar jenazah, agar dapat mencium jenazah Amel untuk terakhir kalinya. 

Melihat tingkah laku anak-anak yang masih polos kadang membuatnya bisa melupakan sejenak kegiatannya. (N/F: Dewid)

Reporter : Redaksi
Editor : Ismi Fausiah
Berita 2
Berita Sebelumnya Warga Jombang Ini Ingin Anaknya Bersekolah Hingga Pendidikan Tinggi
Berita Selanjutnya DLH Probolinggo Adakan Pembinaan Tanaman MPTS

Komentar Anda