UniqMag
PASANG IKLAN

Sejarah Belum Terungkap, Situs Kuno di Jombang Dianggap Makam Sahabat Syekh Subakir

berita terkini
5 situs kuno yang  dianggap para spritual makam penyiar agama islam zaman Syekh Subakir
inf

JOMBANG, (suarajatimpost.com) - Makam kuno yang ada di depan rumah warga Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, dianggap sebagai makam salah seorang sahabat Syekh Subakir, sang penumbal Tanah Jawa dan salah seorang penyiar agama Islam di tanah Jawa.

Cholidi Kepala Desa Blimbing menceritakan bahwa makam tersebut sudah lama, dan belum ada yang mengetahui, kemungkinan hanya orang yang biasa spiritual yang akan mengetahuinya.

"Makam kuno ini belum ada yang tau makam siapa, tapi menurut cerita  para peziarah yang dari berbagai daerah bilang bahwa makam ini, makam penyiar agama Islam zaman kerajaan Mojopahit, dan ada yang bilang makam sahabat  Syekh Subakir yang menumbal tanah jawa dan penyiar agama Islam di tanah Jawa pertama kali, tapi itu hanya cerita dan sejarahnya belum terungkap," ucapnya, Jum'at (6/7/2018).

Ia juga mengatakan bahwa dulu bangunannya bagus dan pernah ada orang gila yang merusak membongkar makam kuno itu.

"Makam kuno dari dulu alami dan terlihat bagus, rusaknya ada orang gila membongkar batanya. Dan rencananya akan dikasih pagar keliling juga atap, itu matrialnya, sudah ada," jelas Cholidi.

Ia juga sempat mengatakan bahwa dulu pernah kirim surat ke BPCB Mojokerto untuk dilihat asal muasalnya biar masyarakat tidak penasaran.

"Sekitar tiga tahun yang lalu saya sudah kirim surat ke bagian pelestarian cagar budaya Mojokerto, dan sudah dicek ke sini, tapi hingga sekarang belum ada tindakan, bukan hanya di makam kuno ini saja yang dicek, ada batu kuno berbentuk meja sama kursi yang sekarang di disakralkan warga juga dicek oleh BPCB Mojokerto," papar Kepala Desa Blimbing.

Selaku Kepala Desa Blimbing Kecamatan Kesamben, ia berharap dapat perhatian lebih dari pemerhati situs cagar budaya mencari jejak situs makam kuno tersebut, agar bisa mengetahui sejarahnya.

"Jombang kan banyak wisata religinya, maka saya berharap pada pelestarian cagar budaya, ahli sejarah juga para arkeolog untuk membantu menggali sejarah makam kuno ini, apalagi makam kuno ini banyak sudah yang menganggap makam penyiar agama Islam bisa dibilang makam Syekh," ungkapnya.

 

Reporter : Hariyanto
Editor : Ismi Fausiah
inf
Berita Sebelumnya Rumah Milik Warga Di Pamekasan Terbakar Hingga Rata Dengan Tanah
Berita Selanjutnya Pamit Keluar Rumah, Warga Jember Ditemukan Tewas di Sungai

Komentar Anda