UniqMag
Perum Bojonegoro

Khawatir Banyak Anak Putus Sekolah, SMK IBU Jember Tetap Terima Pendaftaran

berita terkini
Ketua Yayasan SMK IBU, Kecamatan Pakusari Hafidi saat rapat bersama calon Wali Murid.
inf

JEMBER, (suarajatimpost.com) - SMK IBU Terima ribuan calon siswa baru, karena khawatir pendidikan di Kecamatan Pakusari dan sekitarnya menurun. Karena dengan banyaknya siswa yang tidak diterima di sekolah negeri, maka akan calon siswa baru ini tidak mau melanjutkan pendidikan.

Kepala SMK IBU Mufti Ali mengatakan, awalnya pihak sekolah hanya akan menerima sekitar 600-700 siswa saja. Tetapi, melihat banyaknya pendaftar, pihak sekolah merasa kesulitan untuk menolak. Karena memang untuk pendaftaran sekolah negeri sudah selesai.

“Kami pihak sekolah membatasi, namun pihak yayasan tidak tega tidak menerima siswa yang mendaftar,” jelas Mufti. 

Mereka khawatir, katanya, jika tidak diterima maka para siswa ini malah tidak mau melanjutkan sekolah. 

Tentu, ini akan menjadi preseden buruk untuk dunia pendidikan di Kecamatan Pakusari dan sekitarnya, jika banyak anak yang putus sekolah.

Oleh karena itu, lanjut Mufti, atas nama kemanusiaan maka pihaknya pun tetap menerima siswa itu. 

“Kalau jumlah kelas setiap angkatan sebenarnya 20 kelas,” jelasnya. 

Namun, melihat jumlah pendaftar yang hingga kemarin mencapai 1039 pendaftar, sehingga pihaknya menambah sekitar 7 rombongan belajar, dengan jumlah setiap rombel ada sekitar 36 siswa.

Menurut Mufti, pihaknya berharap jika jumlah pendaftar ini tidak terus bertambah. 

“Bahkan, kami membatasi daftar ulang sampai rabu nanti (hari ini, red). Jika tidak mendaftar ulang dianggap mengundurkan diri,” jelasnya. Hal ini untuk menyaring agar para calon siswa tidak terus mendaftar.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Ketua Yayasan SMK IBU, Kecamatan Pakusari Hafidi menyampaikan, pihaknya mengaku tidak tega jika anak-anak generasi penerus bangsa ini tidak menemukan sekolah, karena ditolak masuk ke SMA negeri.

“Sehingga kami tetap menerima pendaftaran peserta didik baru ini. Nantinya akan dilakukan pembahasan mengenai kelas yang akan dibangun dari gubuk, melalui sidang rakyat. Karena sekolah ini berdiri atas kepentingan pendidikan rakyat,” tandasnya. 

Reporter : Muhammad Hatta
Editor : Winzani
inf
Berita Sebelumnya Ini Alasan Mengapa TMMD ke 102 di Lumajang, Dipusatkan di Pasrujambe
Berita Selanjutnya Masalah Akte Kelahiran, Sutiaji: Kami akan koordinasi dengan RT/RW

Komentar Anda