UniqMag
Perum Bojonegoro

Terkait Pemindahan Saluran Irigasi, Puluhan Petani Gruduk Kantor DPRD Jember

berita terkini
Rapat dengar pendapat (hearing) di ruang Komisi C DPRD Jember, Rabu siang (11/7)
inf

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Puluhan orang perwakilan petani asal Desa Puger Wetan dan Puger Kulon datangi kantor DPRD Jember, Rabu siang (11/7/2018). Mereka memprotes pengubahan saluran irigasi yang mengairi area persawahan warga, tanpa ada pemberitahuan ataupun sosialisasi terlebih dahulu dari pabrik semen baru terbesar di Jawa Timur di wilayah Gunung Sadeng, Kecamatan Puger itu.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Puger, Abdul Rois saat rapat dengar pendapat (hearing) di ruang Komisi C DPRD Jember menyampaikan, dengan adanya perubahan saluran irigasi tanpa pemberitahuan, membuat para petani diwilayahnya kaget dan heran. Pasalnya dari perangkat desa ataupun Muspika di Kecamatan setempat belum dilakukan sosialisasi.

“Saluran air tiba-tiba dibangun dan berbelok-belok. Ini untuk kepentingan pabrik semen baru,” kata Rois.

Ia mengatakan, dengan saluran yang lurus saja sudah jarang air yang dirasakan oleh petani dan sering dangkal. “Apalagi jika berbelok-belok, petani akan semakin kesulitan air,” ungkapnya.

Rois mengatakan, saat musim kemarau, petani pun masih kesulitan air. Sedangkan pada musim hujan maka banjir. Padahal, saluran air ini sangat vital untuk petani sekitar. “Total untuk sawah di Puger Wetan dan Puger Kulon yang berharap pada saluran ini sekitar 300 hektare yang dimiliki ratusan bahkan ribuan petani,” ucap Rois.

Para petani sudah resah dengan kondisi pembangunan saluran yang diprediksi dilakukan perusahaan sudah mencapai 60 persen. Meskipun belum benar-benar dipindah karena saluran lama masih belum ditutup. “Tapi kan petani khawatir, bagaimana nanti?” tanyanya. Karena dengan perusahaan semen yang lama saja, sekitarnya sawahnya sudah tidak produktif lagi.

“Dampak seperti itu yang tidak dipikirkan,” tegasnya. Oleh karena itu, pihaknya pun meminta kepada pemerintah untuk turun tangan menangani hal ini sehingga tidak semakin meresahkan masyarakat. Dan segera didapatkan titik temu yang dapat melegakan masyarakat untuk saluran air ini.

Reporter : Muhammad Hatta
Editor : Ismi Fausiah
inf
Berita Sebelumnya Bacakan Sambutan Presiden RI, Ini Pesan Kapolres Lumajang
Berita Selanjutnya Belum Dilantik, Bupati Jombang Terpilih, Sudah 'Diwarning'

Komentar Anda