UniqMag
Perum Bojonegoro

Bupati Blitar : Kirab Tumpeng Nusantara Adalah Budaya Indonesia

berita terkini
Suasana Kirab Tumpeng Nusantara di Candi Penataran.
inf

BLITAR, (suarajatimpost.com) - Menjaga tradisi dan budaya leluhur, Lembaga Perlindungan dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) mengger Kirab Tumpeng Nusantara ke Vll.

Acara yang digelar, Rabu (11/07/2018) di komplek Candi Penataran ini dalam rangka memperingati hari peresmian Candi Palah Penataran ke 821.

Turut hadir dalam acara Kirab Tumpeng Agung Nusantara ke Vll, Bupati Blitar Drs Rijianto, dan para budayawan dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Dalam kesempatan ini Bupati Rijianto berharap, acara Kirab Tumpeng di Candi Penataran masyarakat akan lebih peduli lagi dengan peninggalan nenek moyang.

"Ini adalah tradisi dan budaya peninggalan nenek moyang kita, kita sebagi penerus harus menjaga dan melestarikan budaya itu," kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati Blitar mengatakan, acara seperti ini selain berdampak sebagai percepatan wisata di Blitar juga berdampak di ekonomi masyarakat sekitar.

"Selain bisa mendorong percepatan pariwisata yang ada di Kabupaten Blitar. Acara ini juga bisa berdampak maupun mengangkat perekonomian masyarakat sekitar," lanjutnya.

Bupati Rijanto juga mengatakan kalau Blitar memiliki julukan Bhumi Laya Ika Tantra Adi Raja, makamnya raja-raja besar Nusantara.

"Di Blitar ada makamnya Raden Wijaya sang pendiri Majapahit sang proklamator Nusantara. Dan disini  juga dimakamkan Bung Karno sang proklamator kemerdekaan Indonesia," tutur Bupati Rijianto

Selain itu Bupati juga mengatakan betapa rukunnya umat beragama di Kabupaten Blitar sangat luar biasa. Sehingga patut dijadikan contoh bagi daerah lain.

"Kerukunan antar agama di Kabupaten Blitar bisa dijadikan contoh daerah lainnya," tutup Bupati Blitar. (hum/adv).

Reporter : Nanang Habibi
Editor : Ismi Fausiah
inf
Berita Sebelumnya Kirap Tumpeng Agung Nusantara di Blitar Salah Satu Upaya Jaga Budaya Leluhur
Berita Selanjutnya Belum Dilantik, Bupati Jombang Terpilih, Sudah 'Diwarning'

Komentar Anda