UniqMag
PASANG IKLAN

Diduga Kasmaran, Oknum Polisi di Blitar Nekat Akan Perkosa Janda

berita terkini
Ilustrasi
inf

BLITAR, (suarajatimpost.com) - Pelecehan yang diduga dilakukan seorang onmum polisi berinisial ES kepada janda beranak dua warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, karena jatuh cinta.

Hal ini dikatakan anak sulung Winingsih (38) yang bernama Fatrun Nanda Salsabilla (20) kepada awak media.

"ES selalu datang kerumah ibu sambil membawa makanan atau hadiah. Namun ibu selalu enggan menerimanya. Tetapi dia (ES) tetap ngebet,” ujarnya.

Dari keterangan Salsabila, Istri ES merupakan rekan kerja ibunya. ES juga dikenal sudah memiliki keluarga.

Istrinya kerap kerumah ibu lantaran istri (ES) punya usaha trevel. Dari situ terjadi perkenalan dan akhirnya ES suka sama ibu saya,” kerangnya.

ES diketahui melakukan percobaan pemerkosaan pada korban pada Jumat (6/7/2018) sekitar pukul 17.00. Namun aksinya nekat itu gagal akibat diketahui anak korban yang masih berusia 10 tahun.

“Waktu adek melihat ibu diciumi oleh ES. Akhirnya adik teriak dan ibu lari, lalu adik malah dipegang erat oleh ES hingga bajunya robek, dan membuat adek menjadi depresi," katanya.

Mendapati kejadian itu Salsabila langsung bergegas melaporkan Kepolsek Kesamben. sesampainya di Polsek pihaknya tidak mendapatkan surat laporan.

"Saya sempat melapor kejadian itu ke Polsek namun sesampai polsek saya tidak dikasih surat lapor," katanya.

Sementara, Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha, saat dikonfirmasi enggan menjawab langkah yang diambil kesatuannya atas kejadian ini. Hanya masih diselidiki dan diproses secara internal.

“Kita masih periksa, kejadian sebenarnya tidak seperti itu,” ujar Kapolres.

Disinggung terkait anak korban yang depresi dan kondisi oknum polisi saat itu sedang mabuk kapolres mengatakan kalau itu informasi itu tidak benar.

“Info anaknya depresi ini tidak benar. Memang anaknya sedang mengurung diri di kamar karena tidak suka sama si laki (ES). Kalau terkait mabuk kita masih selidiki. Kasian lo dia (ES) kini ditinggalkan oleh istrinya karena medsos,” ucapnya.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, saat ini ES masih diperiksa secara internal. Dan belum sampai dikenakan pasal tertentu karena pihaknya menilai ini hanya urusan pribadi.

“Kita periksa etikanya. Kalau hanya masuk orang dinyatakan tak bersalah ya tidak bersalah. Jangan kita berpresepsi dong,” katanya.

Reporter : Nanang Habibi
Editor : Ismi Fausiah
inf
Berita Sebelumnya Kemeriahan Sambutan Masyarakat Mengiringi Satgas TMMD ke 102
Berita Selanjutnya Pamit Keluar Rumah, Warga Jember Ditemukan Tewas di Sungai

Komentar Anda