UniqMag
ad

Kadis Koperasi Jember Beri Klarifikasi Alasan Pindahnya Acara 'Koperasi Bersholawat'

berita terkini
Bupati Jember Faida tabayun menemui Pimpinan Majelis Selawatan Al Ghofilin, Gus Baiqun dan para kiai lainnya.
ad
JEMBER, (suarajatimpost.com) - Perihal kepindahan tempat selawatan dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional, disinyalir karena adanya pemahaman yang tidak sama perihal lokasi acara ‘Koperasi Berselawat’.

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jember Moh. Jamil usai acara ‘Koperasi Berselawat’ di Masjid Roudhotul Muchlisin di Kecamatan Kaliwates, Sabtu malam (14/7).

“Sebetulnya kalau dikatakan pemindahan, juga tidak. Teman-teman di (pengurus) koperasi, dan Dinas Koperasi yang ikut support ini, tergagap-gagap. Karena saat matur (menyampaikan, red) kepada Gus Baiqun itu, waktunya sudah mepet,” ujar Jamil kepada sejumlah media.

Maksudnya, lanjut Jamil, penyampaian informasi perihal acara selawat tersebut, dilakukan 9 hari sebelumnya.

“Tiba-tiba beliau ini (Gus Baikun) menyetujui. Sementara itu, kita punya keinginan dekat dengan tanggal 12, karena tanggal itu, (Peringatan) Hari Koperasinya,” katanya.

Sementara terkait keinginan pelaksanaan selawatan untuk merayakan Hari Koperasi Nasional itu, kata Jamil, merupakan keinginan yang sudah lama, sejak setahun yang lalu.

“Koperasi sak Jember wis bolak-balik kumpul, untuk kegiatan (selawatan) pakai iuran mereka. Bahkan kepanitiaan juga mereka, Dinas Koperasi hanya mensupport,” ucapnya.

Terkait rancangan acara, sebenarnya belum matang. “Dari 5 kegiatan itu (salah satunya Selawatan), satu paket, dan pelaksanaan acara tahun ini, cita-cita tahun sebelumnya yang gagal,” ungkapnya.

Tentang rancangan acara selawat yang akan digelar di alun-alun Kota Jember, Jamil membenarkan.

“Iya kita tidak membantah itu, tapi itu rancangan. Belum kita laporkan kepada bupati, belum kita sebarkan kepada teman-teman, belum ada undangan,” tukasnya.

Selanjutnya saat dilakukan rapat bersama bupati, lanjutnya, arah dari bupati jelas, untuk kegiatan Hari Koperasi, difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang membangun kualitas kelembagaan, dan kualitas kegiatan usaha koperasi.

“Supaya sebagai kepala dinas, sebagai koperasi, kita itu mengutamakan upaya penguatan kelembagaan. Ini menjadi semacam kebijakan kita. Nah disitulah kita berpikir, bagaimana ini, ini sudah terlanjur, ini tidak bisa dan ada kendala. Akhirnya, kita punya pemikiran di internal panitia, untuk memisah saja (kegiatan Selawatan dengan kegiatan yang lain),” ungkapnya.

“Untuk memisah itu, ada dua hal, apakah memisah waktu, atau memisah tempat,” sambungnya.

Akhirnya, kata Jamil, pihaknya mempertimbangkan untuk menggeser waktu. “Namun ternyata kita sudah mendealkan waktu dengan Gus Baiqun, jadi tidak bisa. Tetapi secara tempat. Akhirnya nyari tempat (lokasi acara pengganti) itu,” katanya.

Namun saat menyampaikan kepada Gus Baiqun, kata Jamil, ternyata sudah ada pergerakan yang dilakukan, dengan menyampaikan kepada jemaah Majelis Al Ghoflin lokasi selawat di alun-alun Kota Jember.

“Gus Baiqun sudah bergerak, karena ada (jadwal) pengajian dan menyampaikan kepada jemaah. Akhirnya mendadak tidak mungkin. Jadi intinya yang satu sudah bergerak (menyampaikan lokasi acara), yang satu (terkait lokasi) masih berupa rencana. Ada split (perbedaaan pemahaman) itu tadi,” tandasnya.

“Sehingga ini adalah kesalahan kami (Dinas Koperasi),” imbuhnya.
Reporter : Muhammad Hatta
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Bupati Jember Angkat Bicara Soal Kepindahan Acara 'Koperasi Bersholawat'
Berita Selanjutnya Diskominfo dan PSMPD IAIN Tulungagung Kaji Berbagai Permasalah Informasi

Komentar Anda