UniqMag
ad

Jamur Unik di Jember Itu, Tidak Tumbuh Alami Dari Tanah

berita terkini
Kapolsek Patrang AKP Mahrobi Hasan saat menunjukkan jamur besar yang menghebohkan masyarakat itu
ad

JEMBER, (suarajatimpost.com) – Fenomena jamur unik yang muncul dari dalam tanah di salah satu makam keluarga di Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, membuat heboh masyarakat sekitar.

Sempat diduga tumbuhnya jamur tersebut unik, karena langsung dari dalam tanah. Namun ternyata, jamur tersebut tumbuh dari kayu yang terkubur di dalam tanah. 

Kapolsek Patrang AKP Mahrobi Hasan menyampaikan, tumbuhnya jamur unik itu, karena ada kayu yang tertanam di dalam tanah, dan kemudian karena tersiram air peziarah di makam tersebut, malah menjadi besar jamurnya.

“Sebenarnya ini (jenis) jamur kayu, dan tidak tumbuh (alami) dari dalam tanah,” kata Mahrobi, Kamis sore (26/7).

Mahrobi juga menghimbau masyarakat, untuk tidak berbuat musyrik, dan mengkultuskan sesuatu yang ajaib berkaitan dengan hal-hal yang dilarang agama.

“Jika ada yang mirip dengan kejadian ini, untuk melapor kepada polsek terdekat, dan saya bersama tokoh agama, akan menindaklanjuti, agar jangan sampai terjadi perbuatan (musyrik) yang dibenci oleh tuhan,” pungkasnya. 

Diketahui sebelumnya, sebuah fenomena unik terjadi di sebuah makam keluarga yang berada di Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Pasalnya secara tiba-tiba muncul sebuah jamur berwarna putih besar di tengah salah satu makam tersebut.
 
Masyarakat sekitar pun takjub, karena menurut mereka jika muncul sebuah jamur tidak mungkin berdiameter besar dan hanya bertahan hidup selama kurang lebih beberapa minggu.
 
Namun jamur yang menjadi viral tersebut, hidup selama dua bulan lebih dan kini berdiameter semakin besar dan menyerupai bunga teratai, dengan memiliki ukiran seperti batik.

Reporter : Muhammad Hatta
Editor : Winzani
ad
Berita Sebelumnya Jamur Unik yang Sempat Viral di Jember, Kini Diamankan Polsek Setempat
Berita Selanjutnya Kasatpol PP Bojonegoro Berharap ada Sinergi Penegakan Perda

Komentar Anda