UniqMag
ad

Keluarga Sayangkan Pencabutan Jamur yang Tumbuh di Makam

berita terkini
Bekas jamur yang dipotong masih tampak di atas makam Mbah Mina
ad

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Pasca pencabutan jamur unik yang ada di salah satu pemakaman keluarga Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Keluarga almarhum Mbah Mina merasa menyayangkan, karena jamur tersebut hanya dinilai unik dan tidak memiliki maksud klenik. 

Bahkan Buhrawi, menantu dari Mbah Mina sampai jatuh sakit dan pingsan beberapa kali karena mengetahui jamur unik tersebut tidak ada lagi di makam mertuanya.

Paiman menantu dari Buhrawi menyampaikan, dengan dicabutnya jamur yang muncul di makam Mbah Mina itu, pihak keluarga menyayangkan karena pihak keluarga meyakini tumbuhnya jamur tersebut hanya sebuah fenomena alam yang unik.

“Saat pencabutan jamur itu, pihak keluarga yang ada hanya bapak (Buhrawi), dengan cucu-cucunya. Munculnya jamur itu, di makam Mbah Mina, ibu mertua dari Pak Buhrawi,” kata Paiman kepada sejumlah media, Jumat pagi (27/7).

Lanjut Paiman, memang pihak keluarga mengembalikan niat dari peziarah atau pengunjung yang ingin mengetahui keberadaan dari jamur unik tersebut.

“Tetapi selalu kami ingatkan (kepada para pengunjung yang datang), bahwa tidak ada unsur klenik, ataupun hal-hal mistis terkait munculnya jamur itu. Kalau ingin mendoakan almarhum (Mbah Mina), monggo silahkan, tapi kalau niat lain, kami ingatkan, dan menyerahkan niat itu kepada yang bersangkutan,” terangnya.

Pihak keluarga pun, kata Paiman, terutama anak-anak dan cucu Paiman, berusaha menghibur Buhrawi agar tidak stres dan kepikiran dengan dicabutnya jamur tersebut.

“Bapak juga stres dan sempat pingsan karena kepikiran dengan dicabutnya jamur itu. Tapi kita sepakat pasrah, dan menyerahkan kepada pihak kepolisian, jika itu untuk kebaikan bersama. Memang saat mencabut itu, kami serahkan kepada kepolisian, karena kami takut,” tandasnya.

Kemunculan jamur di atas makam sempat menghebohkan warga Jember. Pihak kepolisian pun mengambil tindakan cepat, dengan mencabut jamur tersebut. 

Polisi pun menggandeng Ketua NU Ranting Patrang Kiai Lutfi untuk memberikan pemahaman ke masyarakat terkait tindakan yang mereka ambil, terutama kepada keluarga almarhum Mbah Mina.

"Alhamdulillah masyarakat dan pihak keluarga akhirnya memahami. Bahkan pihak keluarga mempersilakan polisi untuk mencabutnya," kata Kapolsek Patrang AKP Mahrobi Hasan, Kamis sore (26/7). 

Reporter : Muhammad Hatta
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Gandeng Anak Muda Ponorogo, Ibas Kawal Berbagai Program Pro Rakyat
Berita Selanjutnya Kasatpol PP Bojonegoro Berharap ada Sinergi Penegakan Perda

Komentar Anda