UniqMag
Diknas Jombang

Sering Dapat Keluhan, Bupati Trenggalek Lihat Langsung Pembangunan Jembatan

berita terkini
Bupati Emil Dardak sidak langsung di lapangan
Berita 1

TRENGGALEK, (suarajatimpost.com) - Bupati Trenggalek Emil Dardak secara mendadak meninjau pembangunan jembatan Madatan Desa Panggul.

Bupati Termuda se Indonesia ini terlihat serius dan konsen melihat proses pembangunan, maupun juga dengan kualitas pekerjaan.

Tak hanya menanyakan mengenai konsep pembangunan, Bupati Emil terlihat juga fokus terhadap kualitas pembangunan dengan menanyakan langsung kepada para pekerja.

Ditanya kenapa begitu detail melihat kualitas pembangunan, lulusan Universitas kenamaan di Inggris ini menjelaskan, pihaknya banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait dengan kualitas bangunan, yang dikerjakan oleh pihak ketiga atau rekanan.

"Saat ini saya ingin melihat, bagaimana dengan kualitas pekerjaan yang dikerjakan dengan padat karya," cerita Emil Dardak kepada awak media.

Banyak keluhan, campurannya kurang, namun untuk disini karena merasa saling memiliki, mereka tidak mau mengurangi, malah justru dibuat sebaik-baiknya, kadang-kadang malah ada yang berani menambahi sendiri.

Perlu diketahui, Jembatan Madatan merupakan jembatan desa yang kebermanfaatannya tidak hanya untuk masyarakat desa Panggul saja, melainkan juga dapat membantu menghubungkan desa lain dengan kota Kecamatan Panggul.

Jembatan ini dibangun oleh Pemerintah Desa dengan menggunakan dana desa, secara multi years. Jembatan yang memakan biaya lebih dari Rp. 1 miliar ini ditargetkan selesai tahun 2018 ini.

Lebih lanjut dikonfirmasi mengenai pelibatan keluarga miskin dalam program pembangunan padat karya, Bupati Emil Dardak menerangkan memang Pemerintah mempunyai dua program pembangunan, padat karya yang menjadi kewenangan dari Pemerintah Pusat, dan yang satunya pekerjaan yang sudah kita anggarkan.

"Tahun lalu sebelum program pusat digagas atau diluncurkan, kita ketika itu niat ingin mengentaskan kemiskinan melalui program padat karya seperti ini," imbuhnya.

Tujuannya supaya masyarakat ini punya income dan juga berkontribusi terhadap pembangunan di daerah.

"Jadi konsepnya sudah kita terapkan duluan, oleh karena itu sudah teranggarkan. Sedangkan program yang dari pusat malah justru belum teranggarkan," pungkasnya. 

Reporter : Tatang
Editor : Ismi Fausiah
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Dinas PMD Probolinggo Gelar Sosialisasi APBDes 2019

Komentar Anda