UniqMag
ad

Sejak dibuka, Kolam Renang Gajayana Malang, Airnya Tidak Pernah diganti Selama 9 Tahun

berita terkini
Kolam renang Gajayana yang bermasalah
ad

MALANG, (suarajatimpost.com) - Misteri kolam renang Gajayana yang membuat beberapa atlet mual dan pingsan masih menjadi pertanyaan masyarakat.

Uji laboratorium air kolam yang dilakukan Dinas Kesehatan hingga saat ini belum membuahkan hasil. Tak sedikit yang menunggu kepastian misteri kolam renang yang memakan 6 korban dalam waktu 3 hari.

Suara Jatim pun melakukan konfirmasi penyebab kasus tersebut ke Kadispora Kota Malang, Nuzul Cahyono. Saat dihubungi, Nuzul katakan dirinya masih dalam masa cuti. Ia pun mengarahkan pada Kepala UPT Gajayana.

"Ke KUPT saja mas, saya masih cuti. Hari Senin baru aktif kembali," kata Nuzul saat dihubungi melalui saluran telepon, Selasa (28/8)

Suara Jatim pun menemui Kepala UPT Gajayana Malang, Syaikhuddin yang kebetulan saat itu berada di Kantor UPT Gajayana. Setelah dicerca dengan beberapa pertanyaan, Syakhuddin pun akhirnya bercerita mengenai perawatan kolam renang Gajayana.

"Kalau air itu kan ada sirklulasinya, jadi mutar terus, kalau ada pengurangan debit air kita tambah lagi," kata Syaikhuddin

Saat dikonfirmasi apakah air tersebut pernah diganti, sejak dibuka pertama kali tahun 2009, Syakhuddin mengeluarkan statement yang mengejutkan.

"Belum (pernah)" katanya singkat 

"Sama kita kasih kaporit untuk bakteri ya," tambahnya lagi

Pernyataan serupa juga diucapkan oleh Agus Hindarko salah satu petugas yang bertugas menjaga kolam renang hari ini. Kepada Suara Jatim Agus mengaku, penggantian air memang tidak pernah dilakukan. Pihaknya menggunakan mesin sirkulasi air untuk memfilter kembali air kolam.

"Kita pake mesin sirkulasi air, jadi filterisasi air ya lewat mesin itu, kalau airnya kurang kita tambah dari PDAM," kata Agus saat dijumpai Suara Jatim di Kolam Renang Gajayana

Alasan tidak digantinya air kolam tersebut karena biaya pergantian yang cukup besar. Agus menjelaskan, untuk mengisi satu kolam kolam renang, tangki air yang diperlukan sebanyak 600 tangki dengan ukuran 5 ribu liter.

"Satu tangki itu biasanya seratus ribu," katanya "Waktu itu pernah kita konsultasikan ditahun 2009, katanya untuk pergantian butuh dana sekitar 250-an juta lebih," tambahnya lagi

Guna menghemat anggaran, mesin sirkulasi air menjadi pilihan. Sementara untuk menghilangkan bakteri dalam air, pengelola menggunakan kaporit.

Reporter : Sammy
Editor : Winzani
ad
Berita Sebelumnya Aisyiyah Bondowoso Gelar Pelatihan Menanggulangi TBC, SSR TB-HIV 
Berita Selanjutnya Kasatpol PP Bojonegoro Berharap ada Sinergi Penegakan Perda

Komentar Anda