UniqMag
Perum Bojonegoro

Kedua Pelaku Pembacokan dari Desa Malingmati Bojonegoro Bisa Dijerat UU Darurat Tahun 1951

berita terkini
Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli.
ad

BOJONEGORO, (suarajatimpost.com) - Diberitakan sebelumnya dua Warga yang bertentanga duel di jalan poros Desa, yang kini akhirnya dua-duanya masuk rumah sakit, jajaran anggota Polsek Tambakrejo pada Senin (08/10/2018) sekira pukul 14.30 WIB lalu, telah mengamankan dua orang pelaku yaitu SMR (60) dan SPY (40) dan barang bukti, serta memeriksa Saksi-saksi sampai saat ini.

Menurut Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, dengan adanya perkelahian tersebut yang akhirnya kedua duanya masuk rumah sakit.

Keterangan Kapolres, awal terjadinya perkelahian tersebut dipicu karena, di mana saat itu pelaku SPY yang hendak pulang ke rumah, sepeda motornya terhalang oleh Truck SMR yang sedang berhenti di tengah jalan, sedang sepeda motor SPY harus melewati sawah di pinggir jalan tersebut, sehingga menyulut emosi SYP yang telah berulang kali membunyikan klason agar mobil bisa di pindah dan tidak menghalangi jalan.

"Saat itu pelaku SPY sudah berusaha membunyikan klakson sepeda motornya, namun rupa-rupanya tidak dihiraukan oleh SMR," terang Kapolres Bojonegoro.

Tambah Kapolres, sesampai dirumah, SPY masih emosi dan dendam lalu mengambil golok, kembali keluar untuk mencari SMR dan menantang untuk berduel, sehingga terjadilah perkelahian tepat di depan rumah SPY. 

"Kedua pelaku saling serang menggunakan senjata tajam di jalan poros desa setempat, tepatnya di depan rumah SPY," tambah Kapolres.

Masih kata Kapolres, Akibat perkelahian tersebut, pelaku SPY terkena sabetan pedang pada pergelangan tangan kanan dan bagian atas pinggul kiri. Sedangkan pelaku SMR mengalami luka pada ibu jari tangan kanan, juga karena sabetan senjata rajam.

"Saat ini kedua pelaku masih dalam perawatan di rumah sakit," lanjut Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan, bahwa antara istri SMR dengan istri SPY, masih ada hubungan kekeluargaan, namun demikian menurut Kapolres, terhadap kedua pelaku masih dapat dijerat dengan UU Darurat tahun 1951, tentang Kepemikan Senjata Tajam dan Pasal 353 ayat 2 KUHP. 

“Kedua pelaku disangka telah melakukan penganiayaan atau perkelahian, ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara,” pungkas Kapolres.

 

Reporter : Mustakim
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya Wakil Bupati Pasuruan Kunjungi Desa Kekeringan di Kejayan
Berita Selanjutnya Mengisi Waktu Istirahat dengan Olahraga Bersama 

Komentar Anda