UniqMag
Perum Bojonegoro

DPR RI Komisi V Datangi Jembatan Ploso Jombang, Ini Hasilnya

berita terkini
Sigit Sosiantomo Wakil Ketua Komisi V DPR RI ketika diwawancarai awak media di pendopo Kabupaten Jombang
ad

JOMBANG, (suarajatimpost.com) - Pembangunan Jembatan yang terbengkalai sekitar 7 tahun, kini sudah menemukan titik terang setelah ada rombongan dari DPR RI komisi V DPR RI di dampingi Bupati dan Wakil Bupati Jombang serta Kakak Kandung Wakil Bupati Jombang Sadarestuwati.

"Disela sela rapat DPR kami punya kegiatan namanya kujungan spesifik. Kunjungan spesifik itu meninjau hal hal yang spesifik kira kira perlu kami datangi," kata Sigit Sosiantomo selaku Ketua Rombongan atau Wakil Ketua Komisi V DPR RI. Kamis (11/10/2018).

Dari kunjungan tersebut, Sigit mengatakan gendala dari pembangunan jalan penghubung yang melintas diatas sungai brantas yakni jembatan Ploso yang dinilai terbengkelai sekitar 7 tahun.

"Kami melihat jembatan Ploso ini salah satu jembatan yang sudah lama dibangun oleh APBN tetapi sampai dengan sekarang ya g konon dibangun dari tahun 2011 berarti sudah 7 tahun belum selesai selesai jadi kita ingin melihat faktual dilapangan," jelasnya.

Tenyata ketika melihat kondisi lapangan selama ini ada berbagai gendala salah satunya pembebasan lahan.

"Kami menemukan ternyata salah satu persoalannya adalah masalah pembebasan lahan untuk kaki kaki jembatan. Alhamdulillah,  tadi kita cek untuk sebelah selatan sudah dibebaskan selesai oleh Kabupaten yang sebelah utara dibebaskan oleh propinsi," papar Sigit.

Masih Keterangan Sigit saat ini pembebasan lahan sudah hampir 75  persen dan sisanya bukan lahan milik masyarakat melainkan lahan PT KAI.

"Nah itu masih ada 48 bidang sertifikat yang ternyata yang sudah selesai itu 30 dan 3 masih belum selesai. Dan 15 bidang ternyata milik PT KAI. Nah PT KAI ini ditempati oleh warga sehingga butuh solusi," ungkapnya.

Disinggung apa solusi berikutnya setelah kunjungan spesifik ini dilakukan ia mengatakan akan segera memanggil PT KAI untuk di rapatkan.

"Dari kunjungan faktual ini akhirnya kami tau permasalahan apa. Kita nantinya akan memanggil PT KAI dan Kementrian BUMN untuk bagaimana solusi terhadap bidang yang belum ada. Agar  jembatan Ploso ini bisa segera tersambung dan bisa mengurai kemacetan yang berjam jam saat yang sibuk atau hari libur," tutur Sigit.

Ditanya anggarannya dari mana dan apakah ini dianggap inti dari percepatan infrastuktur,  ia menjelaskan bukan percepatan memang target 2019 akan dibangun karena sudah masuk dalam pembahasan APBN tahun 2019.

"Kalau anggaran salah satu parameternya adalah mereka sebut sebagai reidenis, kesiapan. Kesiapan untuk dibangun nah karena lahannya belum bebas ya belum bisa dibangun. Sehingga tidak dianggarkan oleh  karena itu ini kita selesaikan dulu sisi utara, begitu sisi utara selesai kita usulkan untuk dibangun, 2019 akan dibangun. Dan 2019 kan, kita lagi bahas APBN 2019 sekarang ini," pungkas Sigit pada awak media ketika di pendopo Kabupaten Jombang.

Reporter : Hariyanto
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Kedua Pelaku Pembacokan dari Desa Malingmati Bojonegoro Bisa Dijerat UU Darurat Tahun 1951
Berita Selanjutnya Mengisi Waktu Istirahat dengan Olahraga Bersama 

Komentar Anda