UniqMag
Perum Bojonegoro

Kasat Reskrim Polres Lumajang Minta Sopir Angkutan Pasir Tidak Bayar 'Tarikan' 

berita terkini
Kasat Reskrim Polres Lumajang (sumber google)
ad

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) - Soal merebaknya kabar dugaan pungutan liar pada sopir angkutan pasir, dilokasi tambang sektor selatan Candipuro, Pasirian Lumajang, pihak Polres Lumajang melalui Kasat Reskrim AKP Hasran mengaku, pihaknya telah mengkaji jauh dihari sebelumnya, guna mencari solusi menyelesaikan persolan tersebut. 

Hal itu ia sampaikan pada media ini, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (16/10/2018).

Hasil penyelidikan dari pihaknya, kegiatan itu dilakukan oleh oknum - oknum yang mengaku bahwa itu jalan tanahnya yang dilewati oleh kendaraan angkutan pasir sehingga mereka menarik sendiri.

"Adapun suara besaran berapa biaya disini berkisar mulai dari 2rb, sampai 10rb," kata Kasat Reskrim.  

Menurut Kasat Reskrim, kegiatan ini sangat meresahkan dan tidak dibenarkan. Namun selama ini, aspek ancaman kekerasannya disini, kata dia belum nampak. 

"Saran saya kepada para sopir angkutan pasir, yang melewati jalur itu, jangan pernah mau memberikan sesuatu kepada mereka - mereka. Apabila mereka tetap mengejar dengan ancaman kekerasan, itu adalah murni perbuatan tindak pidana. Laporkan saja pada kami," tagasnya.

Menjawab gemingan masyarakat, dimana ada oknum dari pihaknya yang turut menganjurkan kisaran tarikan, dibantah tegas oleh Kasar Reskrim. 

"Perlu saya tegaskan bahwa pihak polres Lumajang tidak pernah ada yang melegalkan, apalagi menganjurkan kegiatan - kegiatan pungutan liar apalagi menarget untuk besaran. Seumpama ada, tolong kepada warga yang mengetahui berikan datanya kepada kami Kasat Reskrim Polres Lumajang, tentang siapa oknumnya yang memerintahkan seperti itu, pasti akan kami tindak lanjuti," tegas Kasat Reskrim. 

Kata Kasat Reskrim, polres tidak pernah merespon, apalagi memberikan arahan petunjuk. Kalaupun ada siapa oknum yang dimaksud, pria berperawakan tegap itu meminta agar segera dilaporkan.

"Sudah banyak yang kami lakukan, jadi kami ada fungsi preemtif melalui Satbinmas, itu juga sudah malakukan pembinaan pada para kepala desa yang ada dilokasi tambang, agar warganya tidak melakukan kegiatan yang masuk kategori punglu. Ini yang sulit, banyak mereka berasumsi jika angkutan pasir melewati obyek tanahnya. Ini yang melatar belakangi terjadinya persoalan," tukas Kasat Reskrim. 

Kedepan, pihaknya bersama pemerintah daerah, melibatkan Baskesbangpol akan melakukan razia bersama. Karena kata Kasat Reskrim, persoalan ini perlu ditangani bersama, bukan cuma polisi saja.

Reporter : Hermanto
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya DPPMD Sebut Sudah Serahkan Hasil Rapat, Bupati Bojonegoro Mengaku Belum Tahu
Berita Selanjutnya Polda Jatim Ungkap Kasus Pemerasan Prostitusi Gay

Komentar Anda