UniqMag
Perum Bojonegoro

Guru Honorer Jember Belum Lulus S1 Sudah Dapat SP?

berita terkini
Ilustrasi
ad

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Kebijakan Bupati Jember terkait pemberian Surat Penugasan (SP) masih menuai persoalan. Pasalnya, salah satu Sekolah Dasar Negeri didatangi guru yang belum memiliki kualifikasi S1.

"Padahal Bupati Jember di berita dengan tegas mengatakan, kalau penerima SP harus S1.Ini masih kuliah sudah dapat," ujar salah seorang wali murid bernama Ani, Kamis (18/10/2018).

Ani juga sangat menyayangkan akibat kebijakan itu, ada salah seorang guru kelas yang sudah mengabdi diatas 10 tahun yang berijazah D2 harus non aktif dengan alasan tidak kebagian jam.

"Katanya tegak lurus, kan kasihan, guru yang non aktif itu tidak kebagian jam. Padahal, dia mengajar sudah diatas 10 tahun lebih harus berhenti. Saya dapat informasi seperti itu," imbuhnya.

Lebih jauh Ani meminta, Bupati Jember segera meninjau dan kembali kebijakan, terkait kualifikasi tanpa harus mengorbankan yang lain.

"Tolong Kecamatan Ledokombo ditinjau ulang. Kami sebagai wali murid, juga punya hak mengawasi dan memberikan pendapat. Karena dari pajak kami anggaran pendidikan digunakan," lugasnya.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Asih, warga Desa Slateng Kecamatan Ledokombo. Dirinya juga mengeluhkan sama.

"Ya ada di sini. Belum S1 sudah dapat SP. terus saudara saya malah harus tersingkir berhenti karena kedatangan guru baru," bebernya.

Sampai berita ini ditulis, Kepala BKD Jember belum berhasil dikonfirmasi.(Asikin)

Reporter : Redaksi
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya Babinsa Pasedan Memberikan Arahan Kepada Warga di Lokasi TMMD
Berita Selanjutnya Polda Jatim Ungkap Kasus Pemerasan Prostitusi Gay

Komentar Anda