UniqMag
Perum Bojonegoro

Pelaku Pembuang Tinja di Sumur Warga Situbondo Dihampiri Polisi

berita terkini
Bhabinkamtibmas Sopet Bripka Ferdy saat memberikan pengarahan pada Ladhi pelaku pembuang tinja di sumur warga.
ad

SITUBONDO, (suarajatimpost.com) - Kasus warga yang membuang tinja di sumur warga Dusun Bengko Kampong, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar akhirnya  terkuak. 

Pelaku mengaku bersalah di hadapan polisi, anggota BPD (Badan Perwakilan Desa) dan kepala desa pada Minggu (21/10/2018). Pelaku yang bernama Ladhi berusia 50 tahunan itu menyesali perbuatannya.

"Iya saya salah, pak saya sudah satu tahun membuang tai ke sumur itu. Saya kesal karena listrik dan air di rumah saya diputus oleh rumah sebelah," ucap Ladhi.

Wanita itu tampak emosional meski mengakui perbuatannya. Dia berulangkali menyebutkan jika perbuatannya dilatarbelakangi konflik yang sudah berlangsung lama dengan tetangganya, yang kebetulan pemilik sumur.

Sementara itu, Sumiyati (37) si pemilik sumur mengatakan, bukan hanya dirinya yang dirugikan atas tercemarnya tinja dengan air sumur.

"Delapan KK (Kepala Keluarga) bahkan warga yang bertamu ke rumah juga merasakan air najis itu," katanya.

Dan soal kekesalan Ladhi pada dirinya, kata Sumiyati, yang kemudian berimbas pada pemblokiran arus listrik dan air ke rumah Ladhi, itu sebagai bentuk pembalasan.

"Saya blokir listrik dan airnya karena anak Ladhi bikin ulah. Masak celana dalam saya berkali-kali dibuang dan dimasukkan comberan," keluh Sumiyati.

Kades setempat, Sucipto menyatakan ada dampak sangat memprihatinkan.

"Terutama kesehatan, sedikitnya yang sakit tiga. Mereka jadi korban. Sedang untuk menindaklanjuti, saya sebagai  kades bersama APH (Aparat Penegak Hukum) memediasi ini. Silahkan sampaikan pada pak Ferdy selaku Bhabinkabtibmas, mungkin ada penyelesaian, jangan sampai arogan, serahkan bagaimana baiknya. Saya titip keamanannya jangan sampai anarkhis. Selesaikan yang baik," harap kades.

Bhabinkamtibmas Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo Bripka Ferdy  memberikan klarifikasi atas kasus tersebut.

"Pelaku sudah mengaku. Ke depannya  bagaimana. Kita harus memikirkan dengan cara kepala dingin," ujar Ferdy di hadapan warga yang merasa dirugikan atas ulah Ladhi, pelaku pembuang tinja di sumur milik Sumiyati (37).

"Saya menghimbau kalau bisa secara kekeluargaan. Artinya jangan sampai jadi masalah. Jangan main hakim sendiri.
Contohnya, misalnya pengusiran. Di sini ada pak kades, saya pun juga laporkan pada pimpinan, jadi saya turun juga tidak bisa begitu saja," imbuh Ferdy.

Anggota BPD (Badan Perwakilan Desa) Mustafa menyatakan bahwa pihaknya juga mendorong mediasi. 

"Saya juga memberi nasehat pada pelaku tadi. Tapi soal sikap warga itu terserah mereka. Yang penting tidak boleh anarkhis," katanya.

 

Reporter : Irwan Rakhday
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya KA Sri Tanjung Hantam Mobil Pajero di Surabaya, Satu Keluarga Meninggal Dunia
Berita Selanjutnya Polda Jatim Ungkap Kasus Pemerasan Prostitusi Gay

Komentar Anda