UniqMag
ad

Begini Kisah Ditemukannya Obyek Diduga Cagar Budaya Cobbhu' Arjasa Situbondo 

berita terkini
Warga setempat juga menganggap temuan batu kuno itu sebagai makam.
ad

SITUBONDO, (suarajatimpost.com) - Warganet dihebohkan dengan kabar ditemukannya ODCB  (Obyek Diduga Cagar Budaya)  yang dianggap sebagai 'makam kuno' oleh penemunya karena ada tonjolan mirip nisan.

Bongkahan batu yang ditatatah cukup halus dengan dua tonjolan sejajar dan satu tonjolan berada di sisi lain, ditemukan berada di tepi jurang cukup terjal oleh Sunakib (40) ,warga Dusun Cobbhu' , Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo pada Jumat pekan lalu.

" Maksud hati saya ingin menanam jagung. Kemudian saya membersihkan rerumputan di lokasi yang terjal itu. Mulai dari menumpuk ranting kecil setelah memotong rumput. Saat saya merayap, saya lihat ada pecahan batu. Kok ada batu yang rata, saya heran. Saya bersihkan lagi, kok ada semacam nisan," ungkapnya pada suarajatimpost.com, Sabtu (3/11/2018) malam.

Saat itu ia  langsung memanggil istrinya yang bernama Buhani (40) yang juga berada di kemiringan jurang, namun posisi agak ke atas.
Spontan Buhani meminta anak mereka yaitu sanjiyana (28) mengambil gancu di rumah seberang jalan desa tak jauh dari bibir jurang.

"Sembari menunggu, saya ambil air di pondok. Begitu alat saya dapatkan, langsung dengan anak menggali dan meratakan tanah sampe bersih. Terus terang kami sempat  ketakutan. Yang rencana awalnya akan memecah batu tersebut, kemudian urung. Saya meyakini makam kuno. Jadi sekarang saya beri lilita kain putih dan kembang," terang Sunakib yang akrab disapa dengan panggilan Pak Nana.

Menurut Sunakib, kabar ditemukannya batu tersebut disebar oleh istrinya saat mengambil air  di mata air desa setempat. Setelah didengar warga, akhirnya sampai ke telinga aparat desa serta Camat Arjasa.

"Pak Camat, Pak Kades, Pak Kampung dan perangkatnya turun ke sini hari Minggu, mengecek dan beri himbauan agar batu ini dijaga jangan sampai diutak-atik karena nanti akan diteliti. Katanya jangan sampai ada orang tidak bertanggungjawab merusaknya," pungkas Sunakib.

Sementara itu, dari LSM Wirabhumi, Irwan Rakhday bersama Agung Hariyanto serta Koordinator Relawan Budaya Balumbung, Iwenk Lametan juga memberikan edukasi pada warga pada Jumat sore.

"Jangan sampai ada orang tidak dikenal melakukan penggalian di lokasi ini. Dan bisa dibikinkan buku tamu agar pengunjung terpantau," himbau Agung yang juga tergabung dalam TACB (Tim Ahli Cagar Budaya) Kabupaten Situbondo.

Reporter : Redaksi
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya Diduga Soal Asmara Terlarang, Picu Tragedi Berdarah di Ranuyoso Lumajang
Berita Selanjutnya Kodim Kediri Bangun Solidaritas TNI - Polri Lewat Apel Danramil dan Babinsa

Komentar Anda