UniqMag
Perum Bojonegoro

Warga Vs Penambang Pasir di Lumajang Jawa Timur Kembali Berseteru

berita terkini
Nampak pos terbuat dari katu diletakkan ditengah jalan
ad

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) - Warga Jugosari, Kecamatan Candipuro Lumajang lakukan penutupan akses jalan jalur angkutan pasir, Rabu (7/11/2018).

Bukan tanpa sebab, warga merasa haknya belum diterima sebagaimana kesepakatan diwaktu sebelumnya, dengan para penambang pasir. 

Sebelumnya, ada kesepakatan warga dengan para penambang pasir. Dimana kompensasi 15.000 per armada angkutan pasir diberlakukan. Tujuannya, uang kompensasi kata warga setempat dipergunakan untuk uang debu dan perbaikan jalan. 

"Dulu sudah ada kesepakatan. Setiap truck yang mengangkut pasir memberikan dana kompensasi bagi warga sebesar Rp 15.000. Dibayarkan setiap bulan dengan di akumulasikan setiap harinya, dimana dana tersebut digunakan untuk uang debu dan perbaikan jalan setempat," kata salah seorang warga namun enggan dionlinekan namanya. 

Warga mengaku, akan tetap menahan truk dengan menutup jalur angkutan pasir selama belum ada kesepakatan.
Mengingat dampak dari penambangan tersebut, jalan di desa tempat tinggalnya rusak parah. 

Lalu resiko kesehatan yang ditimbulkan akibat debu yang tiap hari berterbangan. Bertampah parah mengepul saat armada angkutan pasir itu melintas dijalan yang rusak. 

Sementara Kepala Desa Jugosari, Mahmudi menjelaskan, menyampaikan bahwa sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan pihak penambang namun setelah beberapa waktu menimbulkan polemik

"Sebelumnya sudah ada kesepakatan antara warga dengan pihak penambang dimana setiap rotasi truk yang mengangkut pasir di kenakan dana kompensasi sebesar 15.000 yang di bayarkan setiap bulannya. Namun kenyataannya tidak sesuai dengan kesepakatan dimana ada selisih antara perhitungan warga dengan pihak penambang sehingga menimbulkan polemik," kata Kades. 

Mahmudi menambahkan, setelah berjalan beberapa bulan timbul selisih jumlah kompesasi yang akan diberikan kepada warga hingga menimbulkan polemik baru dan saat ini warga meminta di bayar secara tunai

"Saat ini warga meminta dibayar secara tunai setiap truk yang mengangkut pasir dan tidak lagi di akumulasi setiap bulannya," tukas Kades.

Informasi yang kami terima bahwa dalam setiap harinya truk yang mengangkut pasir yang melintasi di Desa Jugosari rata - rata sekitar 500 hingga 700 truk.

Jika setiap truk memberikan kompesasi 15.000, berarti kisaran kompesasi yang diterima untuk uang debu dan perbaikan jalan setiap bulannya berkisar Rp 225 juta.

Reporter : Hermanto
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya Ini Jawaban BK Soal Polemik Ketua DPRD Jombang Dengan Anggotanya
Berita Selanjutnya Polda Jatim Ungkap Kasus Pemerasan Prostitusi Gay

Komentar Anda