UniqMag
Perum Bojonegoro

Kurator Sudah Menyita Dan Melelang Harta Goenadi sekitar 150 sampai 170 M

berita terkini
Muhammad Arifudin Kurator dan Joko Subagio Juru sita dari Pengadilan Niaga Surabaya.
ad

BOJONERO, (suarajatimpost.com) - Rumah Nenek Kasiati akhirnya dieksekusi oleh kurator, dengan pengamanan dari Mapolres Bojonegoro, Kamis (08/11/18).

Kurator dengan juru sita Pengadilan Negeri Niaga Surabaya juga menyita aset milik Goenadi, berupa sebidang rumah yang terletak di Jalan Hayamwuruk, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.

Dalam pemantauan awak media suarajatimpost.com, sejumlah kuli yang disewa oleh juru sita (Kurator) mengeluarkan semua barang dan isi rumah yang ditempati oleh nenek Kasiati. 

Muhammad Arifudin selaku Ketua Kurator yang ditunjuk oleh pengadilan Niaga Surabaya menjelaskan, dirinya selaku Kurator menyatakan bahwa aset milik Goenadi berupa sebidang rumah dan tanah tersebut telah diambil alih sejak tahun 2016 yang lalu, dan memang dua tahun lalu sudah ada komunikasi dan pemberitahuan. 

"Dan Kasiati waktu itu, memohon kepada kita untuk diijinkan tinggal, karena belum memiliki tempat tinggal," katanya. 

Kepada awak media Arifudin juga menembahkan, jika sembari menuggu lelang tersebut, Kasiati diberi gaji untuk setiap bulannya sebesar Rp600 ribu untuk membersihkan rumah tersebut.

Selain itu paska penyegelan Kasiati di beri kontrakan selama 1 tahun oleh kurator. 

"Itu hanya sebatas kemanusiaan, secara hukum harus keluar, semua pindahan kita semua yang naggung," ujarnya. 

Saat disinggung terkait dengan hak Kasiati, yang belum terbayar oleh Goenadi, dirinya menjelaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan kewenangan Kurator. Hal ini dikarenakan saat dinyatakan pailit maka seluruh harta debitur pailit akan disita.

"Masalah historinya dulu seperti apa itu bukan kewenangan kurator," jelasnya.

 Adapun terkait dengan total aset milik Goenadi, Arifudin, mengaku bahwa total aset tersebut mencapai Rp150 Milyar sampai Rp170 Miliar. Melalui suarajatimpost.com, ini Arifudin membantah jika aset Goenadi mencapai Rp 1 Triliun lebih.

"Selama ini klaim dari Goenadi bahwa asetnya Rp1 Triliun. 1 Triliun yang mana, tolong kasih tahu ke kita sebagai kurator. Kalau memang ada aset 1 Triliun harus dilaporkan itu wajib. Kita sudah menyurati dua kali untuk melaporkan," tegasnya. 

Masih menurut Muhammad Arifudin, upaya Hukum apa yang dilakukan oleh Goenadi, lanjutnya, telah dilakukan semua, mulai dari Kasasi dan tidak diterima.

"Sudah PK, seluruh kepailitin sudah inkrach dan final," tambahnya.

Sementara itu Joko Subagio, selaku juru sita petugas Pengadilan Negeri Niaga Surabaya, menyatakan bahwa pihaknya dalam perkara ini hanya bertugas untuk mendampingi dan bukan sebagai pelaksana penyegelan.

"Jadi, saya hanya mendampingi kurator, untuk melaksanakan penetapan pengadilan," pungkasnya.

 

Reporter : Mustakim
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya Beberapa Kecamatan Diguyur Hujan Deras, Ini Himbauan BPBD Pamekasan
Berita Selanjutnya Polda Jatim Ungkap Kasus Pemerasan Prostitusi Gay

Komentar Anda