UniqMag
ad

Pasca Ditangkap, Pujiati Seret Sejumlah Nama Pejabat Tulungagung dan Wartawan 

berita terkini
Saat kepolisian melakukam konferensi pers
ad

TULUNGAGUNG, (suarajatimpost.com) - Polisi Tulungagung berhasil menangkap admin Pujiati, yaitu akun facebook yang selama ini sering mengunggah ujaran kebenciaan hingga fitnah kepada pihak pemerintah, instansi tertentu, bahkan kepolisian, Kamis (22/11) dini hari sekitar pukul 00.30 wib.

Pujiati merupakan nama akun di sebuah facebook, yang dikendalikan oleh Rahmat Kurniawan (38) warga Desa Serut Kecamatan Boyolangu Tulungagung. 

Lama menjadi buruan tim cyber Polres Tulungagung, kamis (22/11) dini hari kemarin polisi berhasil menangkap tersangka saat berada di rumah saudaranya yang beramalat di Desa Ngrayung Kecamatan Gandusari Trenggalek.

Tak berhenti membuat cemas melalui ujaran kebencian saja melalui media sosial, kini Pujiati atau Rahmat turut buka mulut perihal ada oknum pejabat serta wartawan yang berdiri di belakangnya selama ini. 

Karena saat melakukan update informasi melalui akun palsunya Pujiati mendapat pasokan data dari oknum pejabat dan wartawan yang identitasnya masih dirahasiakan demi berjelannya penyelidikan kepolisian. 

“Pertama saya buat Imam Insani, awal tahun 2017 lalu, tapi itu disuruh. Saya mendapatkan data dari wartawan,” jelasnya.

Lebih lanjut lagi, Rahmat menambahkan, jika selama ini dirinya hanya disuruh, sehingga kembali membuat akun facebook palsu bernama Pujiati pada awal tahun 2018 untuk menebar berita dengan unsur fitnah ataupun disertai dengan uajaran kebenciaan melalui status yang diterbitkannya di beranda facebooknya.

"Saya hanya disuruh, saya dapet uang dari kegiatan itu, ada pejabat yang rumahnya deket sini itu yang menyuruh,” imbuhnya. 

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar menjelaskan, polisi akan terus mengusut tuntas terkait kasus ini, sampai ditemukan motif utama dalam kegiatan yang melibatkan Rahmat tersebut. 

”Tersangka diancam dengan pelanggaran UU ITE, hukuman pidana kurang lebih 6 tahun penjara," terangnya.  

Terkait pengakuan Rahmat Kurniawan yang mengaku disuruh oleh oknum pejabat dan wartawan, pihak kepolisian telah memanggil beberapa saksi yang terkait. 

Namun saat ditanya siapa saja nama-nama dibalik kejadian itu, pihak kepolisian belum berani membeberkan secara detail dengan alasan masih dalam pengembangan penyelidikan. 

“Karena saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi masih belum berani menyebutkan saksi, maupun nama-nama pejabat maupun wartawan yang dicatut rahmat kurniawan. Tetapi ada sekitar 7 sampai 10 orang yang telah diperiksa sebagai saksi," imbuhnya.

Selain itu, sementara ini dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan kepolisian, pihak kepolisian menjelaskan motif sementara tersangka melakukan kegiatan tersebut demi mencari imbalan, akan tetapi untuk motif lainnya yang dicurigai polisi masih melakukan pendalaman.

 

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya TNI Polri Tanam Seribu Pohon di Gunung Jamal Trenggalek
Berita Selanjutnya Kodim Kediri Bangun Solidaritas TNI - Polri Lewat Apel Danramil dan Babinsa

Komentar Anda