UniqMag
spece

Mahasiswa UM Ubah Keramik Jadi Wahaya Kritik Ekologi

berita terkini
Salah satu peserta saat melihat karya seni keramik di Sasana Budaya UM Malang, Selasa (18/12/2018)
Berita 1

MALANG, (suarajatimpost.com) - Keramik. Apa yang terpikirkan bila anda mendengar kata keramik? Selain sebagai hiasan, keramik hanya dipandang sebagian orang sebagai pelengkap keindahan interior rumah.

Pandangan ini mungkin tidak salah, tetapi bagi mahasiswa jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Malang (UM), Shella Irvanda Amalia, keramik adalah wadah menuangkan segala ekspresi akan kehidupan.

Dengan bermodalkan ketekunan, Shella mampu menciptakan sebuah karya keramik yang disebutnya dengan istilah 'What have you done'. Dalam karya tersebut, Shella membentuk 3 karakter dari keramik yakni manusia, hewan yang diwakili oleh ikan serta pohon.

"Makhluk di bumi saling membutuhkan, ada manusia, hewan dan tumbuhan. Jadi itu menggambarkan hubungan manusia dengan alam, mereka saling membutuhkan untuk tetap bertahan," kata Shella menjelaskan hasil karya yang dibuatnya dari bahan keramik.

Lebih lanjut mahasiswa semester 7 ini menjelaskan, hubungan simbiosis mutualisme antara manusia dan alam akhirnya musnah akibat adanya keserakahan manusia.

Penebangan hutan terjadi dimana-mana, demi kepentingan pribadi yang semu belaka. Alhasil, salah satu dari ekosistem pun punah, alam yang tadinya bersahabat dengan manusia kini menangis melihat kelakuan manusia. Bencananya pun tak terelakkan. 

"Saya bentuk pohon menyerupai manusia yang sedang menangis.Ilusi dari pohon ini, saya buat seolah-olah dia menyaksikan manusia yang serakah, pohon digantikan dengan beton, alam dihancurkan dan digantikan dengan gedung-gedung," tandasnya.

Akibat dari penebangan hutan secara liar ini pun berakibat pada bencana alam, baik banjir maupun bencana alam lainnya. Shella pun menggambarkan bencana alam dengan cara membentuk wajah manusia pada bagian dalam dasar kuali yang kemudian diisi air. Di atas airnya diberi ikan yang sedang berenang.

"Itu bukti akibat keserakahan manusia, alam akhirnya berkuasa atas manusia," tandasnya.

Karya Shella yang mengkritik keserakahan manusia yang semena-mena terhadap alam, kini dipajang dalam pameran Seni Rupa di Sasana Budaya UM Malang. Bersama dengan 100 karya seni lainnya, rencananya karya seni tersebut akan dipamerkan selama 3 hari terhitung sejak hari ini, Selasa (18/12/2018) hingga Kamis (20/12/2018) mendatang.

Reporter : Sammy
Editor : Ananda Putri
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Keluarga Besar Quds Royal Hotel Surabaya Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Komentar Anda