UniqMag
spece

Tulungagung Masih Kekurangan Ribuan Guru 

berita terkini
Unifah Rosyidi saat berada di Tulungagung
Berita 1

TULUNGAGUNG, (suarajatimpost.com) - Berdasarkan data yang direlease oleh Kemendikbud, tercatat per akhir tahun 2018 ini Indonesia masih kekurangan 988 ribu guru yang berstatus ASN. 

Angka tersebut akan terus membengkak bilamana tidak diimbangi dengan perekrutan guru PNS setiap tahunnya. Bahkan, dalam prakiraan spekulatif yang dilakukan oleh PB PGRI kekurangan guru di Indonesia setiap tahun berpotensi selalu bertambah 100 ribu setiap tahunnya, bila tidak diimbangi dengan perekrutan baru Guru yang berstatus ASN.  

Sementara itu, sampai akhir tahun 2018 ini, dari data real Dispendikpora Kabupaten Tulungagung tercatat masih kekurangan sekitar 1200 lebih guru berstatus ASN di tingkat pendidikan dasar dan menengah pertama. Jumlah itu belum di akumulasikan dengan kekurangan di tingkat menengah atas, yang naungannya berada di bawah Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Tulungagung.  

Unifah Rosyidi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia menerangkan, di tararan nasional pihaknya sering menyuarakan aspirasi guru GTT, mulai kepada DPR, Presiden, Kementerian, dan Stakeholder terkait lainnya di tingkat nasional. 

"Kepada siapa saja kita membawa aspirasi, sudah sejak dulu saya selalu memperjuangkan hak kita," jelasnya, saat menghadiri acara peringatan hari PGRI di Tulungagung, rabu (19/12). 

Selain di tataran nasional, secara khusus pihaknya juga menjalin komunikasi dengan PGRI Mataraman di Tulungagung dan sekitarnya. 

"Saya dua kali datang ke sini (red: Tulungagung) saya menjalin komunikasi. Dan saya menilai apa yang ada di sini, kelebihannya bisa menjadi contoh di Jawa Timur bahkan nasional," jelasnya. 

Lanjut Unifah, ia menilai komunikasi PGRi di Tulungagung dipengaruhi oleh kearifan budaya lokal, ada kerjasama, dan tradisi yang masih terjaga. 

"Jadi Tulungagung itu Indonesia banget dan layak menjadi contoh bagaimana seharusnya seorang guru," imbuhnya.

Unifah menambahkan, komunikasi yang ia jalin kepada semua pihak baik yang menyangkut kesejahteraan guru ataupun bukan merupakan bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan Bangsa. 

"Perjuangan PGRI bukan hanya semata-mata membicarakan hak guru. Tapi juga membangun indonesia yang bermartabat," jelasnya dengan berapi-api.

 

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Ananda Putri
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Keluarga Besar Quds Royal Hotel Surabaya Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Komentar Anda