UniqMag
ad

Pintu Bank BCA Pandaan Pecah, 4 Orang Diringkus Polres Pasuruan

berita terkini
Ke empat pelaku saat di hadapan media
ad

PASURUAN, (suarajatimpost.com) - Adanya kejadian pada hari Rabu (09/01/2019), sekitar pukul 18.30 wib, yakni sebuah pintu yang terbuat dari kaca milik bank BCA Pandaan pecah, sebanyak 4 orang pengguna media sosial diringkus petugas dari Polres Pasuruan.

Kejadian yang terjadi merupakan adanya perbedaan suhu dalam ruangan Bank BCA yang dingin dan suhu luar ruangan yang panas, membuat salah satu pintu milik Bank BCA Pandaan tiba-tiba pecah seperti usai dilempar orang menggunakan batu atau benda keras lainnya.

Ironisnya, adanya hal tersebut membuat pengguna media sosial berlomba-lomba dalam memberikan informasi kepada grup media sosial yang diketahui beranggotakan sebanyak ribuan orang.

Dalam memberikan informasinya, pengguna media sosial ada yang memberikan informasi di grup bahwa Bank BCA Pandaan dirampok, ada juga yang memberikan informasi bahwa pintu Bank BCA ditembak orang tak dikenal sehingga pintu yang terbuat dari kaca pecah berantakan.

Namun semua pemberitahuan atau informasi tersebut dikatakan sebagai berita bohong (hoax) yang sudah dicek kebenarannya oleh petugas dari Polsek Pandaan yang datang langsung ke lokasi kejadian.

Usai kejadian tersebut, sebelum 1x24 jam, anggota dari Satreskrim Polres Pasuruan langsung meringkus sebanyak 4 orang yang diduga sebagai penyebar berita bohong (hoax) yang sempat meresahkan warga.

Pasalnya, sebanyak 4 orang pengguna media sosial tersebut diketahui telah menyebarkan berita bohong (hoax) yang disebarkan kepada seluruh pengguna media sosial lainnya di salah satu grup yang beranggotakan sebanyak ribuan orang hingga dapat dibaca oleh seluruh pengguna media sosial lainnya.

Petugas berhasil meringkus sebanyak 4 orang yakni Abdul Ma’ruf (41), warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Eko Prasetiyo (30) warga Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Didik Supriyanto (30) warga Desa Kalianyar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan dan Abd Rosid (37) warga Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

“Pelaku menyebarkan berita bohong bahkan sempat membuat video amatir berdurasi 29 detik yang menjelaskan bahwa Bank BCA Pandaan terjadi peristiwa perampokan, padahal berita tersebut bohong (hoax),” terang Kompol Supriyanto, Waka Polres Pasuruan.

Petugas yang berhasil meringkus 4 orang pelaku juga turut mengamankan sebanyak 4 Handphone milik mereka yang telah digunakan sebagai media dalam penyebaran berita bohong (hoax).

Apesnya, kini sebanyak 4 pelaku penyebar berita bohong (hoax) harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan mendekam dibalik jeruji Polres Pasuruan dan dijerat dengan Pasal 28 Ayat (1) UU RI No.11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman selama 2 tahun penjara.

Reporter : Sukron
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya Millenial Road Safety Festival di Tulungagung, Polisi Gandeng Abang Becak
Berita Selanjutnya Jadi Korban Penganiayaan, Wajah Warga Longos Sumenep Robek

Komentar Anda