UniqMag
ad

Selundupkan Benur Lobster, Satgaspam TNI AL Juanda Tangkap Calon Penumpang di Bandara Juanda

berita terkini
Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana saat menunjukan Barang Bukti Benur Lobster
ad

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Satuan Tugas Pengamanan Bandara Internasional Juanda (Satgaspam TNl AL) bersama Aviation Security (Avsec) Angkasa Pura I Juanda, kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Benur Lobster di Bandara Juanda, Surabaya.

Benur Lobster tersebut dimasukan dalam sebuah Koper yang berisikan 14 kantong plastik, terdiri dari 10 kantong plastik (2.553 ekor) Benur Lobster jenis Pasir dan sebanyak 4 kantong plastik jenis Mutiara (1.103 ekor).

Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana mengatakan, penangkapan berawal dari kecurigaan petugas pada salah satu barang bawaan seorang Calon Penumpang Pesawat China Airlines yang diketahui bernama Erik Kurniawan atau EK (19), pria warga Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya.

"Penangkapan ini terjadi pada hari Kamis, tanggal 17 Januari 2019 dini hari. Saat Erik hendak terbang ke Singapura melalui terminal 1 Bandara Juanda menggunakan jasa maskapai penerbangan China Airlines bersama barang selundupannya", Ucapnya di Mako Lanudal Juanda, Jumat (18/1/2019).

Selain koper petugas bandara juga curiga dikarenakan pelaku yang akan terbang ke luar negeri seharusnya melalui terminal 2 Bandara Juanda. Sementara terminal 1 Bandara Juanda hanya melayani penerbangan domestik.

"Ketika melewati x-ray, petugas mencurigai barang yang dibawa, karena kan bisa dilihat ada barang-barang mencurigakan, seperti ini kan mencurigakan. Kemudian petugas bertanya kepada EK. EK ini kebingungan," lanjutnya.

Erik bingung, lantaran barang bawaannya dikatakan petugas Bandara Juanda sedang bermasalah. Disampaikan Bayu, awalnya pelaku tidak mengetahui jika koper tersebut berisi ribuan benih lobster. Erik hanya menjalankan tugas dari seseorang berinisial A asal Sidoarjo.

"Karena ia ini kan cuma suruhan saja," singkatnya.

Erik Kurniawan mengaku kepada Petugas jika dirinya mendapat imbalan Rp5 juta dari A asal Sidoarjo, atas kesediannya membawa koper berisi ribuan benih lobster tersebut.

"Dia mengaku mendapat imbalan Rp5 juta atas usahanya ini," pungkasnya.

Untuk diketahui Pembatasan Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster (panulirus spp.), Kepiting (scylla spp.), dan Rajungan (portunus spp.) dari wilayah Negara Republik Indonesia tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor 56/Permen-KP/2016.

Reporter : Tarmuji
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya Fakta Persidangan Kasus Korupsi Di Tulungagung, KPK Berikan Tuntutan Berbeda
Berita Selanjutnya Wakapolda dan Kanit Gadungan Ditangkap Polisi Kediri

Komentar Anda