UniqMag
ad

Pelaku Pembacokan di Candipuro Lumajang Ditangkap Tim Cobra

berita terkini
Pelaku diapit Tim Cobra
ad

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) - Pelaku pembacokan di Desa Sumber Wuluh Kecamatan Candipuro Lumajang Jawa Timur kemarin petang, ditangkap oleh Tim Cobra Polres Lumajang dalam tempo 12 jam pasca kejadian. 

Pelaku bernama Miskal (51), bertempat tinggal satu desa dengan korban, bahkan menjabat sebagai ketua RW di Desa Sumber Wuluh Candipuro Lumajang.  

Ia ditangkap, saat berada di salah satu rumah warga di Jalan Wijaya Kusuma Kelurahan Ditotrunan Kota Lumajang, Rabu (6/2/2019).

AKP Hasran Cobra, Kasat Reskrim Polres Lumajang berkata, dari tangan pelaku didapat barang bukti celurit yang dipergunakan untuk membacok korban.

"Kami jawab instruksi Kapolres dengan menangkap pelaku hanya dalam tempo 12 jam. Senjata clurit yang digunakan juga sudah kami sita, sebagai barang bukti yang akan ditampilkan nanti saat persidangan,” ucap Hasran. 

Imbuh Hasran, kejadian itu bermula saat korban bermaksud untuk membantu membukakan portal supaya dapat dilalui armada tambang pasir, karena malam sebelumnya, antara masyarakat dan pemilik tambang sudah ada kesepakatan membuka jalan Dusun Kajarkuning untuk dilewati kendaraan truk pengangkut pasir dengan kompensasi masyarakat mendapatkan uang sebesar Rp. 10.000,-/rit yang akan dikirimkan melalui rekening masing-masing masyarakat.

Korban mengaku, dirinya dituduh oleh pelaku sebagai provokator yang menutup jalan Kajar Kuning agar tidak dilewati kendaraan pengangkut pasir. 

Tiba-tiba dari arah timur, ungkap korban datang pelaku (Miskal) dengan mengendarai sepeda motor menuju ke arahnya yang saat itu menunjuk ke arah pelaku. Merasa tersinggung, pelaku langsung membacok korban dengan sajam jenis clurit yg masih terbungkus koran. 

Terpisah, Kapolres Lumajang saat dikonfirmasi lewat hand phone pribadinya menegaskan, jangan sampai kasus salim kancil terulang kembali.

“Kepada pelaku yang diduga telah membacok korban dengan menggunakan senjata tajam jenis clurit, akan dilakukan penegakkan hukum maksimal,” tukas Kapolres. 

Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP, tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, diancam pidana penjara paling lama 5 Tahun dan Pasal 2 ayat 1 UU Drt No.12 Tahun 1951 

tentang membawa senjata tajam, diancam Pidana Penjara Paling lama 10 Tahun.

Reporter : Hermanto
Editor : Krisdiantoro
ad
Berita Sebelumnya Masih Butuh Penanganan, Jurnalis TV Dipulangkan oleh RSUD Ploso Jombang
Berita Selanjutnya Wakapolda dan Kanit Gadungan Ditangkap Polisi Kediri

Komentar Anda